Benarkah Bergadang Bisa Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya!
Apakah bergadang bisa menurunkan berat badan atau justru sebaliknya? bergadang telah menjadi kebiasaan umum bagi banyak orang, baik karena tekanan pekerjaan, mencari hiburan, atau sekadar scroll media sosial hingga larut malam.
Kebiasaan ini juga tak lepas dari banyak mitos yang membungkusnya, seperti membantu menurunkan berat badan. Benarkah begitu? Mari simak fakta di balik kebiasaan yang satu ini serta bagaimana hal ini berpengaruh pada kesehatan secara umum.
Pemicu Kebiasaan Bergadang
Kebiasaan tidur larut malam adalah apa yang kita kenal dengan istilah bergadang. Hal ini telah menjadi bagian dari lifestyle masyarakat modern yang didorong oleh banyak faktor.
Mulai dari pekerjaan yang menekan hingga kebutuhan akan hiburan maupun sebatas kebiasaan yang butuh perubahan. Berikut adalah beberapa pemicu yang menyebabkan orang-orang terjaga hingga lewat tengah malam.
1. Tuntutan Pekerjaan

Proyek atau deadline yang harus selesai dalam waktu terbatas sering memaksa seseorang untuk menunda waktu tidurnya. Hal ini lebih sering terjadi pada pekerja shift malam atau mereka yang bekerja di lingkungan yang banyak deadline ketat.
2. Stres dan Kecemasan

Orang cenderung sulit tidur ketika pikirannya “ramai”. Stres dan kecemasan ini mendorong mereka terjaga sambil memikirkan masalah, meskipun tidak selalu berujung dengan solusi. Tidak berhenti di situ, otak yang tidak mampu bersantai membuat tidur malam yang baik semakin sulit terjadi.[1]
3. Kebiasaan Main Gawai

Teknologi juga menjadi salah satu orang terjaga hingga lewat tengah malam. Misalnya, binge watching atau nonton serial televisi secara maraton atau main game. Kondisi ini sering kali bikin orang tidak sadar waktu.
4. Pola Tidur Terganggu

Insomnia dan Delayed Sleep Phase Disorder (DSPD) adalah kondisi gangguan tidur yang beberapa orang alami. Kedua kondisi ini menyebabkan penderitanya sulit tidur mengikuti ritme sirkadian.[2]
5. Gaya Hidup Malam Hari

Beberapa orang merasa lebih produktif atau aktif di malam hari. Apabila sudah menjadi kebiasaan, mengubahnya akan butuh waktu lama.
Uniknya, meski bergadang tampak seperti fenomena yang biasa, efeknya terhadap kesehatan cukup signifikan. Sebagian masyarakat masih abai dengan hal ini, meskipun akibatnya lebih dari sekadar rasa lelah di pagi hari.
Apakah Bergadang Bisa Menurunkan Berat Badan?

Secara ilmiah, bergadang sebenarnya tidak efektif untuk menurunkan berat badan.[3] Terjaga di malam hari menyebabkan tubuh kesulitan mengatasi ketimpangan hormon yang justru memicu peningkatan nafsu makan.
Tidak hanya menurunkan hormon leptin yang memberi sinyal kenyang, produksi hormon ghrelin yang merangsang rasa lapar ikut meningkat. Akibatnya, Anda cenderung ingin snacking makanan berkalori di malam hari.
Metabolisme saat bergadang juga memburuk akibat ritme sirkadian yang terganggu. Hal ini berpengaruh langsung terhadap metabolisme, mengingat jam tidur Anda ikut berkurang.
Produksi kortisol juga bertambah seiring dengan terlewatkannya waktu tidur malam, sehingga kemungkinan tubuh menyimpan lemak juga lebih tinggi. Mitos yang mengatakan bahwa bergadang bisa menurunkan badan mungkin berdasarkan asumsi bahwa kalori semakin banyak terbakar ketika tubuh terjaga.
Namun, kalori terbakar saat bergadang sebenarnya tidak sebanding dengan dampak negatif pada pola makan dan metabolisme. Alih-alih membakar lemak, bergadang justru meningkatkan peluang kenaikan berat badan akibat hormon dan kebiasaan makan yang tidak sehat.
Dampak Bergadang Terhadap Kesehatan

Gangguan ritme tidur menyebabkan berbagai masalah kesehatan, yang sebenarnya tidak seimbang dengan tujuan penurunan berat badan dengan bergadang.
Lalu apa yang terjadi apabila terlalu sering bergadang?
- Selalu merasa lelah, bahkan sejak pagi hari.
- Konsentrasi dan produktivitas menurun secara signifikan.
- Rentan stres dan merasa cemas serta gampang tersinggung—bergadang mengubah suasana hati dan kondisi mental pelakunya.
- Kebiasaan snacking atau bahkan makan besar larut malam memicu masalah pencernaan, seperti GERD, diare, hingga iritasi usus.
- Orang yang sering bergadang cenderung lebih cepat menua karena organ tubuh dan kulit tidak punya waktu untuk regenerasi.
- Ada pengaruh kurang tidur pada berat badan, yaitu peningkatan yang mungkin bisa berakhir obesitas. Hal ini karena ketimpangan hormon pengatur lapar-kenyang yang terjadi.
- Peningkatan risiko penyakit metabolik, seperti diabetes dan sakit jantung.
Bergadang tidak hanya berdampak pada produktivitas jangka pendek, tapi dapat merusak kondisi fisik maupun mental dalam jangka panjang. Beberapa orang berusaha mengabaikan dampak di atas dengan konsumsi kopi atau energy drink.
Padahal, kelelahan dan gangguan di atas muncul karena tubuh terlalu lelah dan butuh istirahat agar kembali berfungsi.
Bergadang Tidak Membantu Menurunkan Berat Badan!

Kualitas tidur dan berat badan sangat terkait, sehingga bagadang bukan solusi untuk menurunkan berat badan Anda. bergadang dan metabolisme lambat sejatinya tidak terpisahkan hingga mengganggu aktivitas hormon.
Pada akhirnya, nafsu makan meningkat dan angka timbangan terus-terusan bergeser ke kanan. Lalu bagaimana menurunkan berat badan yang sehat? Fokuslah pada pola makan seimbang serta olahraga yang teratur. Tak kalah penting, pastikan Anda tidur dengan cukup dan berkualitas, 7-9 jam per malam.
Jadi, kalau Anda masih bertanya-tanya apakah bergadang bisa menurunkan berat badan, jawabannya tidak—justru tidur cukup adalah salah satu kunci pembakaran lemak yang efektif.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!