Kesehatan
Kesehatan•05 SEP 2024
Tanda 24 Jam Sebelum Melahirkan: 15 Ciri yang Sering Muncul
Sebagai calon ibu, mempersiapkan diri dengan mengetahui tanda-tanda 24 jam sebelum melahirkan bisa menjadi langkah penting untuk menghadapi momen besar tersebut dengan tenang dan percaya diri.
Bukan hanya itu, dengan mengenali tanda-tanda mau melahirkan, Anda juga lebih bijak menentukan waktu yang tepat untuk menuju rumah sakit, sehingga risiko terlambat datang yang bisa berdampak serius bagi ibu dan bayi, terutama jika ada komplikasi dapat dihindari.
Jangan hanya mengandalkan firasat mau melahirkan, ini sejumlah sinyal dari tubuh yang menandakan waktu persalinan sudah diambang pintu:
1. Sakit di Punggung Bagian Bawah
Gangguan nyeri punggung dalam kehamilan memang merupakan hal yang wajar, bahkan telah terasa sejak trimester pertama kehamilan.[1] Namun, demikian rasa nyeri yang muncul di punggung mendekati persalinan sedikit berbeda, yakni rasa sakit terasa lebih kuat di sekitar tulang ekor.
Rasa sakit di area tulang ekor ini dipengaruhi oleh posisi bayi yang sudah siap untuk keluar, yakni posisi posterior oksiput, di mana kepala bayi telah menghadap ke bawah.[2]
2. Keluar Darah Bercampur Lendir
Menjelang waktu persalinan, bagian bawah rahim mulai mengalami pelebaran, pelunakan, dan penipisan secara bertahap. Proses ini sering kali disertai dengan keluarnya darah berwarna merah cerah hingga merah tua cenderung cokelat bercampur dengan lendir.
3. Berat Badan yang Menurun
Ciri-ciri mau melahirkan lainnya adalah berat badan yang tiba-tiba menurun sekitar setengah kilogram hingga satu kilogram. Hal ini merupakan pengaruh dari kebiasaan buang air kecil yang semakin intens menjelang waktu persalinan atau karena air ketuban yang mulai berkurang.
Sebagai informasi, air ketuban akan mulai mengalami penurunan volumenya ketika kehamilan memasuki usia 36 minggu.[3]
4. Kontraksi Perut
Jika kontraksi terjadi secara teratur setiap lima hingga 15 menit, itu bisa menjadi tanda bahwa persalinan akan berlangsung dalam satu atau dua hari.[4] Kontraksi ini berbeda dari kontraksi palsu yang biasanya masih bisa Anda tahan; rasa sakitnya jauh lebih intens.
5. Sensasi Nyeri Hebat di Panggul
Ketika bayi siap dilahirkan, posisinya yang turun lebih rendah memberikan tekanan ekstra pada panggul dan saraf di bagian bawah rahim. Akibatnya, ibu mungkin merasakan nyeri tajam di selangkangan, seolah ada tekanan kuat yang mendorong dari dalam.
6. Feses yang Lebih Cair
Ketika waktu melahirkan semakin dekat, feses yang lebih cair bisa menjadi salah satu tanda yang muncul. Hal ini disebabkan oleh produksi prostaglandin dalam tubuh, yang berperan memicu proses persalinan dan sering kali membuat tinja menjadi lebih cair.
7. Buang Air Kecil Menjadi Lebih Intens
Tanda-tanda persalinan tinggal menghitung hari selanjutnya adalah meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Ketika bayi mulai turun ke posisi persalinan, tekanan pada panggul dan kandung akan kemih meningkat. Hal ini akan membuat Anda ingin buang air kecil lebih cepat dari biasanya.
8. Pembukaan Serviks 2 hingga 3 cm
Apa tanda akan melahirkan dalam waktu dekat? Serviks yang terbuka sekitar 2 hingga 3 cm merupakan indikasi kuat bahwa persalinan akan segera berlangsung dalam satu atau dua hari.[5]Biasanya, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan untuk mengonfirmasi kondisi ini.
Perlu diingat, untuk persalinan normal, serviks perlu membuka hingga 10 cm. Umumnya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pembukaan sebesar itu dari serviks yang terbuka 2 - 3 cm berkisar antara 14 untuk ibu yang sudah pernah melahirkan dan 20 jam untuk pengalaman melahirkan yang pertama.[6]
9. Persendian Terasa Semakin Renggang
Ketika persalinan semakin dekat, tubuh dengan sendirinya akan melonggarkan otot dan persedian untuk mempermudah keluarnya bayi. Saat hal ini terjadi, tubuh Anda mungkin terasa lebih rileks.
10. Munculnya Energi yang Langsung Membludak
Beberapa hari sebelum persalinan, Anda mungkin mengalami ledakan energi yang mendadak. Anda mungkin merasa terdorong untuk beraktivitas, seperti membersihkan rumah atau menyiapkan barang-barang persalinan.
11. Suasana Hati yang Tidak Menentu
Bagaimana perasaan Anda 24 jam sebelum persalinan? Menjelang persalinan, kadar estrogen mulai meningkat untuk merangsang aktivitas rahim.
Selain memengaruhi kondisi fisik, hormon ini juga berdampak pada emosi Anda, sehingga Anda mungkin akan merasakan perubahan suasana hati seperti lebih cemas dan mudah tersinggung.
12. Pecah Ketuban
Pecahnya ketuban biasanya terjadi karena dorongan kuat dari kepala bayi yang siap untuk lahir, menekan kantung ketuban hingga pecah. Ketika ketuban pecah pada usia kandungan yang normal, yaitu antara 37 hingga 42 minggu,[7] ini merupakan indikasi bahwa proses persalinan sudah sangat dekat.
Mengidentifikasi tanda-tanda akan melahirkan dalam 24 jam dapat memberikan rasa tenang dan mempersiapkan ibu untuk momen penting ini. Namun, persiapan yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan perawatan bagi si Ibu pasca melahirkan.
Sido Muncul Herbal Sehat Bersalin Lengkap merupakan produk perawatan untuk ibu pasca melahirkan. Terdiri dari beragam produk herbal berkualitas, paket produk ini mendukung kelancaran ASI, membantu mengembalikan bentuk tubuh yang ideal, serta merawat kulit si Ibu agar kembali sehat.
Tingkatkan persiapan persalinan Anda dengan memahami tanda-tanda 24 jam sebelum melahirkan, dan lengkapi proses pemulihan Anda dengan Sido Muncul Herbal Sehat Bersalin Lengkap. Ingat, kesehatan ibu adalah pondasi untuk kesehatan bayi Anda!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•04 SEP 2024
Operasi Caesar: Informasi Esensial untuk Ibu Baru
Operasi caesar telah menjadi pilihan yang umum dalam dunia persalinan modern yang memberikan solusi lebih aman bagi ibu dan bayi dalam kondisi kesehatan tertentu. Di Indonesia sendiri, sekitar 17,6% persalinan dilakukan dengan metode ini.[1]
Tidak serupa dengan proses kelahiran normal yang melibatkan proses kelahiran melalui vagina, operasi caesar adalah prosedur bedah yang berjalan dengan membuat sayatan di perut untuk mengeluarkan bayi. Meskipun terdengar menakutkan, ada alasan kuat mengapa prosedur ini dipertimbangkan.
Bagi Anda yang ingin mengenal lebih dekat dengan tindakan ini, inilah sejumlah poin penting yang perlu Anda cermati:
Alasan dan Kondisi yang Membuat Operasi Caesar Diperlukan
Tindakan ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi ketika persalinan normal dinilai terlalu berisiko. Sejumlah situasi yang menjadi pertimbangan dalam pemutusan persalinan tipe ini adalah:
Ada infeksi di area intim, seperti HIV atau herpes.
Kondisi buah hati kesulitan bernapas atau terlilit tali pusar.
Kepala buah hati yang terlalu besar.
Tekanan darah tinggi.
Posisi plasenta yang dekat dengan leher rahim dan dapat memicu pendarahan hebat.
Mengandung anak kembar.
Pinggul ibu yang terlalu kecil.
Posisi kepala buah hati menghadap ke atas.
Tidak ada progres selama persalinan normal dan terjadi pendarahan di vagina yang berlebihan.
Selain indikasi medis, ketakutan akan rasa sakit dan ketidakpastian dalam persalinan normal juga sering kali mendorong ibu hamil untuk memilih operasi ini.
Persiapan Sebelum Prosedur Operasi
Pengambilan darah: Sampel darah diambil satu atau dua hari sebelum prosedur untuk memastikan kadar zat besi dan golongan darah. Jika zat besi rendah atau ada indikasi anemia, obat tambahan akan diberikan untuk dikonsumsi sebelum operasi.[2]
Tes Amniocentesis: Pengambilan sampel cairan ketuban untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi bayi dibandingkan dengan hasil USG.[3]
Alur Pelaksanaan Operasi
Memasuki ruang operasi, dokter anestesiologi akan memasang monitor tekanan darah, denyut nadi, dan alat pernapasan, kemudian dokter akan memberikan anestesi sehingga bagian perut ke kaki mati rasa.
Sebelum operasi dimulai, tim medis akan mempersiapkan area perut Anda dengan membersihkannya secara menyeluruh dan menutupinya dengan kain steril. Orang yang menjadi pendamping Anda akan duduk di samping Anda.
Dokter yang bertugas akan melakukan penyayatan di area perut sepanjang 10 cm hingga 20 cm.[4]
Bayi akan dikeluarkan melalui sayatan kemudian akan diserahkan pada si Ibu untuk menyusui dan melakukan kontak kulit.
Tim bedah akan mengawali tahap akhir dengan menjahit sayatan yang tersisa.
Berapa lama waktu saat operasi caesar? Tindakan yang berjalan dengan lancar hanya membutuhkan waktu 45 menit.[5]
Prosedur Pasca Operasi
Selesai tindakan, pasien akan masuk ke ruang perawatan untuk beristirahat. Di sana, dokter akan memeriksa kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk tekanan darah, ritme jantung, dan level oksigen. Selanjutnya, dokter akan meresepkan medikasi pereda nyeri guna meminimalisir ketidaknyamanan saat efek bius mulai memudar.
Efek Samping Operasi
Tindakan caesar memang cukup aman, namun bukan berarti tindakan ini bebas dari risiko dan efek samping. Sejumlah dampak negatif yang mungkin timbul adalah:
Ada risiko tergoresnya bayi, kandung kemih, atau usus selama prosedur sayatan.
Alergi yang timbul akibat penggunaan anestesi.
Infeksi pada lapisan rahim.
Kehilangan darah dalam jumlah yang lebih banyak.
Keluarnya gumpalan darah beberapa hari pasca persalinan dengan ukuran yang bervariasi.
Rasa nyeri pada bekas operasi caesar.
Terjadinya infeksi di area bekas sayatan operasi.
Gangguan pernapasan sementara pada buah hati.
Tips Mempercepat Masa Pemulihan
Untuk mempercepat masa pemulihan Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini:
1. Istirahat
Satu hal yang tidak boleh dilakukan setelah operasi caesar adalah tidak menucukupi waktu tidur. Tidur merupakan komponen penting dalam penyembuhan pasca operasi karena dapat mendorong perbaikan jaringan, manajemen nyeri, memulihkan imun, dan meminimalisir perdagangan.[6]
Supaya istirahat Anda lebih maksimal, Anda bisa mengandalkan suami atau keluarga untuk membantu mengurus bayi.
2. Menyantap Makanan Tinggi Protein
Protein majemuk dalam protein mempercepat seluruh proses penyembuhan luka, membuat luka bertransisi dari fase inflamasi ke fase proliferasi di mana sayatan mulai terisi dan kemudian sembuh.[7]Untuk meningkatkan protein, Anda bisa menyantap telur, dada ayam, dan kacang-kacangan.
3. Kurangi Stres
Menurut pengamatan, ibu dengan stres yang tinggi mengalami peradangan yang lebih panjang dan memerlukan rentang waktu pemulihan yang lebih lama pasca tindakan caesar.[8]
Agar terhindar dari stres, cobalah melakukan aktivitas yang Anda nikmati atau mintalah bantuan orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas yang membuat Anda tertekan.
Berapa lama sembuh dari operasi caesar? Pemulihan total pasca tindakan biasanya memakan waktu 4 hingga 6 minggu.[9] Cukup lama memang, namun dengan penanganan yang tepat, tindakan persalinan ini bukanlah tindakan yang harus Anda takuti.
Penting untuk diingat bahwa setiap kehamilan dan persalinan itu unik. Oleh karena itu, jika Anda tertarik dengan operasi caesar, Anda bisa mengkonsultasikan keadaan Anda ke dokter terlebih dahulu untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•04 SEP 2024
15 Tanda-Tanda Mau Melahirkan: Apa yang Harus Diperhatikan?
Di balik semangat yang ada, tidak dapat dipungkiri bahwa pasti ada kegelisahan yang turut menyertai, terutama bagi ibu yang akan melahirkan untuk pertama kalinya. Untuk itu, penting bagi Anda mengenali tanda-tanda mau melahirkan. Dengan begitu, persiapan mental dan fisik bisa Anda lakukan dengan lebih baik.
Apa saja tanda persalinan sudah dekat? Simak baik-baik, ini 15 tanda-tanda bahwa persalinan sudah dekat!
1. Mengalami Kontraksi Ringan
Tanda tanda mau melahirkan bayi yang pertama Anda mungkin akan sering merasakan kontraksi ringan atau (Braxton Hicks). Sering dikatakan sebagai kontraksi palsu, kontraksi ini akan mulai terasa lebih intens di trimester terakhir kehamilan, mendekati waktu persalinan.[1]
2. Diare
Menjelang melahirkan, diare sering kali terjadi. Ini karena tubuh memproduksi prostaglandin, yang bertugas memulai proses persalinan dan bisa menyebabkan tinja menjadi lebih cair.
3. Napas yang Semakin Lega
Posisi bayi yang semakin turun mendekati waktu kelahirannya akan membuat calon ibu dapat bernapas lebih lega. Jika sebelumnya posisi bayi kerap kali memberikan tekanan di otot pernapasan sehingga ibu sesak, posisi bayi yang akan segera keluar akan memberikan ruang untuk ibu dapat bernapas yang lebih nyaman.
4. Sakit di Area Punggung Bagian Bawah
Gangguan nyeri punggung dalam kehamilan memang merupakan hal yang wajar. Namun, saat waktu persalinan semakin mendekat, rasa sakit di punggung, terutama di sekitar tulang ekor, akan semakin terasa kuat.
Nyeri ini akan Anda rasakan karena posisi bayi yang sudah siap keluar, yakni posisi posterior oksiput, di mana kepala bayi telah menghadap ke bawah.[2]
5. Suasana Hati yang Berubah-Ubah
Selain tanda-tanda yang terasa secara fisik, tanda mau melahirkan bayi juga akan terlihat dari suasana hati si ibu yang tidak menentu. Perubahan hormon menjelang melahirkan akan membuat calon ibu akan menjadi tidak sabaran, mudah tersulut emosinya, dan mudah cemas.[3]
6. Mual-Mual
Mual dan muntah bisa menjadi salah satu sinyal bahwa persalinan sudah di ambang pintu. Beberapa calon ibu mungkin mulai merasakan mual satu hari sebelum persalinan dimulai, sementara sebagian lagi merasakan mual saat persalinan fase aktif baru saja dimulai.
7. Nyeri Tajam di Area Selangkangan
Saat bayi mulai bersiap untuk lahir, posisinya akan memberikan tekanan lebih besar pada panggul dan saraf di bagian bawah rahim. Tekanan ini bisa menyebabkan rasa nyeri yang cukup tajam di area selangkangan, seolah-olah ada dorongan kuat di sana.
8. Badan Terasa Letih
Badan yang terasa sangat lelah di akhir trimester ketiga bisa menjadi sebuah pertanda bahwa waktu persalinan sudah hampir tiba.
Kelelahan ini mungkin muncul sebagai akibat dari berbagai faktor, seperti perubahan hormon yang drastis atau pertumbuhan pesat bayi dalam kandungan yang memerlukan lebih banyak energi dari ibu.
9. Intensitas Buang Air Kecil yang Meningkat
Posisi bayi yang semakin turun memberikan tekanan tambahan pada panggul dan kandung kemih, sehingga peningkatan frekuensi berkemih akan Anda rasakan.
10. Sulit Tidur
Insomnia pada trimester ketiga kehamilan menjelang persalinan merupakan fenomena yang cukup umum, dengan prevalensi mencapai 42,4%.[4] Perubahan fisiologis seperti pertumbuhan bayi, frekuensi buang air kecil yang meningkat, serta ketidaknyamanan fisik menjadi faktor utamanya.
11. Ledakan Energi yang Tiba-Tiba
Jika waktu persalinan sudah cukup dekat, tanda-tanda persalinan tinggal menghitung hari yang mungkin Anda rasakan adalah fisik yang tiba-tiba berenergi. Umumnya, terjadi dua atau satu hari sebelum persalinan.[5]
Rasanya seperti ada dorongan kuat untuk beraktivitas, misalnya membersihkan rumah atau menyiapkan tas persalinan. Ini tanda alamiah tubuh yang sedang bersiap menyambut si kecil.
12. Persendian Terasa Semakin Renggang
Saat persalinan semakin dekat, tubuh secara alami melonggarkan otot dan ligamen di area panggul, sebuah persiapan alami yang dilakukan tubuh untuk memudahkan proses kelahiran.
13. Keluar Lendir Disertai Bercak Darah
Ketika mendekati waktu melahirkan, rahim bagian bawah mulai melebar, melunak, dan menipis secara perlahan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan keluarnya lendir yang disertai bercak darah berwarna merah cerah hingga merah kecoklatan.
14. Berat Badan Tidak Lagi Bertambah
Di penghujung kehamilan, Anda mungkin menyadari bahwa kenaikan berat badan tidak lagi begitu cepat. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh pertumbuhan bayi yang sudah mencapai batas maksimal, sehingga tubuh Anda tidak lagi menambah berat dengan intensitas yang sama.
15. Pecah Ketuban
Tanda mau melahirkan paling jelas adalah pecah ketuban. Ketika hal ini terjadi, maka bisa Anda pastikan proses persalinan akan segera terjadi dalam kurun waktu satu hingga dua hari.[6]
Menjelang persalinan, penting untuk melakukan persiapan, termasuk memahami tanda-tanda akan melahirkan. Namun, satu hal yang tak kalah penting adalah mempersiapkan perawatan untuk ibu pasca melahirkan. Salah satu cara praktis dan efektif untuk ini adalah menggunakan Sido Muncul Herbal Sehat Bersalin Lengkap.
Produk ini terdiri dari berbagai produk herbal berkualitas untuk mengoptimalkan kondisi kesehatan ibu pasca melahirkan. Sido Muncul Herbal Sehat Bersalin Lengkap tidak hanya mendukung kelancaran ASI, tetapi juga membantu mengembalikan bentuk tubuh dan merawat kulit ibu agar tetap sehat dan segar.
Catat tanda-tanda mau melahirkan di atas dan jangan lupa persiapkan diri Anda dengan Sido Muncul Herbal Sehat Bersalin Lengkap, karena kesehatan Anda adalah awal dari kesehatan si kecil.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•04 SEP 2024
12 Obat Flu dan Batuk Alami yang Paling Ampuh dan Efektif
Flu dan batuk adalah dua tamu tak diundang yang kerap mampir tanpa permisi, terutama saat pergantian musim. Meski terlihat ringan, kedua penyakit ini bisa menjadi pengganggu utama yang merusak ritme harian Anda. Tapi jangan khawatir, untuk mengatasinya, ada beberapa obat flu dan batuk alami yang bisa Anda coba.
Penyebab Flu dan Batuk
Pemicu flu dan batuk begitu dekat dalam keseharian, sehingga tidak heran jika sering kali Anda harus berhadapan dengan dua gangguan ini, seperti:
1. Serangan Virus
Rhinovirus menjadi dalang di balik 50% kasus pilek dan batuk, dan mampu bertahan hidup di permukaan benda keras selama empat hari.[1][2] Bayangkan jika Anda tak sengaja menyentuh benda yang terinfeksi di ruang publik, risiko Anda jatuh sakit hampir tak terhindarkan.
2. Cuaca yang Dingin
Suhu dingin menghambat respons imun sel-sel di rongga hidung terhadap virus, membuat Anda lebih rentan terkena infeksi saluran pernapasan seperti flu dan batuk ketika udara dingin menyerang.[3]
3. Reaksi Alergi
Alergi dengan debu, serbuk sari, hingga bulu binatang membuat sel-sel imun di hidung juga saluran pernapasan menjadi lebih sensitif dan memuncul reaksi berlebihan seperti hidung berair dan batuk.[4]
Apa Obat Alami untuk Batuk dan Flu?
Batuk dan flu memang bisa diatasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memanfaatkan kekuatan obat alami yang tersedia di sekitar Anda, seperti:
1. Rebusan Jahe
Rebusan apa untuk meredakan batuk? Bagi Anda yang gemar menikmati minuman hangat, secangkir rebusan jahe bisa menjadi sahabat terbaik melawan pilek dan batuk, berkat kandungan anti bakteri dan anti virusnya.[5]
Untuk membuat air rebusan, Anda bisa mulai dengan memarut jahe secara kasar, lalu campurkan dengan air dan rebus hingga aroma jahe yang khas tercium.
2. Sup Ayam
Obat flu dan batuk lainnya adalah sup ayam. Sup ayam memiliki efek antiinflamasi ringan yang berpotensi mengurangi gejala infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu.[6]
3. Mengonsumsi Madu
Memakan satu sendok penuh madu asli dapat mengurangi gejala infeksi saluran pernapasan atas, ini termasuk pilek dan batuk. Dari pengamatan pada 1800 orang, konsumsi madu secara efektif menekan frekuensi batuk, bersin, dan hidung tersumbat.[7]
4. Minum Air Jeruk Nipis
Perasan jeruk nipis mengandung linalool yang berfungsi sebagai antiseptik, limonene yang membantu mengencerkan dahak, dan vitamin C yang dikenal sebagai antioksidan. Trio ini bekerja sama untuk membantu Anda meredakan pilek dan batuk.[8]
Campurkan dua hingga tiga perasan jeruk nipis dalam teko berisi air dan nikmati manfaatnya seperti Anda meminum air biasa.
5. Teh Peppermint
Seduhan daun peppermint memancarkan aroma menthol yang membantu membuka saluran pernapasan. Buatlah teh dengan daun peppermint dan air panas, lalu nikmati efeknya yang menyegarkan.
6. Teh Hijau
Teh hijau tak hanya memberikan dorongan bagi sistem kekebalan tubuh, tetapi juga memacu metabolisme yang sehat dan meningkatkan energi, membantu Anda melawan pilek dan batuk dengan lebih efektif.
7. Makan Bawang Putih Hitam
Obat batuk tradisional terbukti ampuh adalah bawang putih hitam. Memiliki sifat antimikroba dan antivirus, bawang putih juga mengandung allicin, senyawa yang berkontribusi besar dalam meredakan flu dan batuk. Penelitian pada orang berusia 21 hingga 50 tahun menunjukkan konsumsi bawang putih hitam secara perlahan mengurangi gejala flu dan batuk. [9]
8. Mengonsumsi Probiotik
Meskipun probiotik tidak langsung mengatasi batuk, makanan seperti yoghurt dan kimchi memainkan peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.[10]
9. Jus Nanas
Nanas mengandung bromelain, sekelompok enzim yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengencerkan lendir akibat pilek dan batuk. Selain itu, bromelain juga berfungsi sebagai agen anti-inflamasi, membantu meredakan peradangan di tubuh.
10. Teh Kunyit
Kunyit adalah solusi alami untuk meredakan hidung meler dan sakit tenggorokan Lewat sifat antiseptik dan antivirus, kunyit efektif melawan infeksi virus.[11] Anda bisa merasakan khasiatnya dengan menyeduh bubuk kunyit dalam air panas.
11. Perasan Kencur
Perasan kencur yang diperkaya dengan madu adalah ramuan alami yang sangat berguna untuk meredakan flu dan batuk karena sifat anti-inflamasinya dan antibakterinya.
Parut kencur hingga menjadi pasta, lalu ekstrak airnya. Campurkan hasil perasan tersebut dengan dua sendok makan madu asli.
12. Rebusan Ginseng
Tanaman ginseng Asia memiliki kekuatan luar biasa untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh berfungsi dengan optimal dalam melawan virus penyebab flu dan batuk. Guna merasakan manfaatnya, cukup rebus ginseng kering untuk mendapatkan ekstraknya.
Selain 12 cara di atas, cara menghilangkan flu dan batuk secara cepat lainnya adalah dengan mengonsumsi Sido Muncul Tolak Angin Flu Cair. Dengan formula istimewa yang menggabungkan ginseng, jahe, peppermint, daun meniran, madu, adas, kayu ules, dan daun cengkeh, produk ini memberikan solusi efektif untuk meredakan flu dan batuk.
Jangan biarkan flu dan batuk menghentikan langkah Anda, konsumsi Sido Muncul Tolak Angin Flu sebagai obat flu dan batuk alami sekarang dan rasakan sendiri leganya!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•04 SEP 2024
Panduan Lengkap Melahirkan Normal: Pengertian, Proses & Tip
Kelahiran buah hati tentu menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Namun, bagi ibu hamil pertama, bayangan akan proses melahirkan normal sering kali menimbulkan kecemasan.
Bagaimana tidak, kisah-kisah tentang rasa sakit yang luar biasa dari persalinan normal kerap tentu akan membuat calon ibu khawatir. Namun, jangan biarkan kekhawatiran itu menghantui Anda.
Mari telusuri lebih dalam tentang bagaimana proses melahirkan normal berlangsung, agar Anda dapat menyambut kelahiran si kecil dengan tenang dan penuh percaya diri.
Apa itu Proses Lahiran Normal?
Proses melahirkan normal atau pervaginam merupakan proses persalinan yang dilakukan melalui vagina. Ada tiga macam kategori persalinan normal, yakni:
Persalinan Spontan: Proses persalinan yang seluruhnya bergantung pada kemampuan ibu untuk mendorong keluar bayi.
Persalinan Pervaginam yang Diinduksi: Proses persalinan yang memakai berbagai obat dan teknik untuk memulai persalinan.
Persalinan Pervaginam dengan Bantuan: Persalinan melalui vagina yang memerlukan bantuan forsep atau vakum untuk membantu kelahiran bayi.
Untuk kandungan dengan usia yang matang, yakni 37 hingga 42 minggu, metode persalinan ini merupakan metode paling aman karena tidak membutuhkan tindakan pembedahan yang berisiko menimbulkan komplikasi.[1] Selain itu, pemulihan setelah persalinan normal biasanya lebih cepat daripada operasi caesar.[2]
Rangkaian Tahapan serta Proses Persalinan Normal
Ketika menjalani proses persalinan normal, ada tiga tahapan yang akan Anda lalui sebelum bayi menyapa dunia.
Tahapan 1
Perjuangan melahirkan normal pada tahap pertama terbagi menjadi dua fase, yakni fase laten dan fase aktif.
Fase Laten
Dinding rahim yang mulai menipis.
Terjadi kontraksi dengan jarak yang tidak teratur dengan sekali kontraksi adalah 30 hingga 40 detik.
Perlahan dinding rahim akan terbuka hingga pembukaan keempat.
Untuk wanita yang mengalami persalinan untuk pertama kalinya, fase laten ini akan menghabiskan waktu sekitar 12 hingga 18 jam. Namun, untuk kelahiran kedua dan seterusnya, fase ini hanya akan memakan waktu 8 hingga 10 jam.[3]
Fase Aktif
Pada fase aktif, Anda akan mulai merasakan kontraksi yang lebih tajam dan disertai nyeri punggung, dengan jeda sekitar tiga menit di antara setiap kontraksi.
Dinding rahim memasuki pembukaan ketujuh hingga sepuluh.
Air ketuban pecah.
Kaki terasa kram.
Fase aktif ini akan berjalan dalam rentang waktu sekitar empat hingga delapan jam. Selama periode ini, sangat disarankan agar Anda sudah berada di rumah sakit untuk memastikan penanganan yang optimal dan memadai.
Tahap 2
Pada tahap ini, pembukaan rahim telah mencapai ukuran penuh, menandakan bahwa calon ibu siap untuk memasuki momen puncak persalinan. Pada fase ini ibu akan berfokus pada usaha mendorong bayi agar keluar dengan cara normal, yakni melalui saluran vagina.
Berapa lama proses melahirkan normal ini? Proses mendorong bayi untuk keluar dari rahim bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Durasi persalinan dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran bayi, posisi bayi, dan besarnya pembukaan rahim.[4]
Setelah bayi berhasil dilahirkan, selanjutnya akan dilakukan pemotongan tali pusar dan pembersihan bayi.
Tahap 3
Di fase ini, Anda akan menunggu hingga plasenta keluar. Mirip dengan proses melahirkan bayi, Anda perlu mendorong dengan kuat agar plasenta bisa keluar. Umumnya, proses ini tidak memakan waktu lama, hanya sekitar setengah jam.[5]
Seusai plasenta berhasil dikeluarkan, tim medis akan memulai perawatan pada robekan di area intim Anda. Pada tahap ini, Anda akan diberikan anestesi untuk mengurangi rasa sakit.
Setelah semua perawatan selesai, Anda akan dapat mulai menyusui bayi dan melakukan kontak kulit secara langsung dengan buah hati Anda.
Apa Tips agar Bisa Melahirkan Normal dengan Lebih Mudah?
Agar persalinan dapat berjalan lebih lancar, ini sejumlah tips menarik yang bisa Anda ikuti:
Aktif Berolahraga
Latihan yang terfokus pada otot panggul dapat mengurangi nyeri saat persalinan dan mempercepat proses melahirkan normal.
Melatih Cara Bernapas dengan Teknik yang Tepat
Praktikkan teknik pernapasan dengan menarik napas dalam-dalam melalui hidung, biarkan perut mengembang, kemudian hembuskan secara perlahan melalui bibir yang mengerucut.
Dengan menguasai teknik pernapasan yang benar, Anda dapat mengurangi rasa sakit yang muncul selama tahap pertama dan kedua persalinan.[6]
Pilih Tempat Bersalin yang Tepat
Pastikan tim medis, terutama dokter kandungan atau bidan, memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai dalam penanganan persalinan normal. Selanjutnya pertimbangkan pula jarak rumah sakit untuk meminimalisir waktu tempuh saat persalinan dimulai.
Pantangan Melahirkan Normal
Tidak semua orang dapat melakukan persalinan secara normal. Ada beberapa hal yang menjadi pantangan sehingga persalinan normal tidak bisa dijalankan antara lain:
Melahirkan bayi kembar
Ukuran panggul sempit
Letak bayi yang sungsang (kepala di atas)
Persalinan prematur
Calon ibu sudah pernah melakukan operasi di rahim
Memaksakan persalinan normal dalam kondisi tersebut bisa mengancam keselamatan ibu dan bayi.
Melahirkan normal memang sangat menantang, namun dengan persiapan yang baik proses persalinan pasti akan berjalan lancar. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi Anda.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•03 SEP 2024
15 Obat Alami Perut Kembung yang Efektif dan Aman Dicoba
Sebagai solusi mengatasi perut kembung, ada sejumlah obat alami perut kembung yang bisa Anda gunakan sebagai pertolongan pertama di rumah. Mudah didapatkan dan pastinya efisien mengatasi gas yang berlebihan di dalam perut.
Penyebab Perut Kembung
Perut yang terasa penuh dan bergas bisa jadi disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari hingga gejala yang muncul dari kondisi kesehatan tubuh Anda, misalnya:
Kebiasaan Makan
Mengonsumsi minuman bersoda, makan dengan terburu-buru, dan minum terlalu banyak saat makan bisa membuat perut terasa kembung dan tidak nyaman.
Pertumbuhan Bakteri di Usus Halus yang Berlebihan
Populasi bakteri di usus halus yang berlebih, terutama bakteri yang tidak seharusnya berada di usus halus. Kondisi ini dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti operasi bypass lambung atau penyakit celiac.
Sindrom Iritasi Usus Besar
Ketika seseorang mengalami sembelit karena iritasi usus besar, makanan akan lebih lama berada di dalam usus. Hal ini menyebabkan gas, seperti metana, menumpuk dan menyebabkan perut kembung.[1]
Obat Perut Kembung yang Alami
Untuk meredakan rasa kembung di perut, cobalah beberapa obat alami yang bisa Anda temukan di sekitar Anda, seperti:
1. Air Jahe
Jahe adalah obat alami perut begah dan sesak karena mempunyai efek karminatif, yakni efek yang membantu tubuh mengeluarkan gas.[2] Untuk mengonsumsinya, Anda cukup mengiris tipis jahe dan merebusnya hingga menghasilkan air rebusan dengan aroma jahe.
2. Minyak Pepermin
Minyak pepermin mempunyai fungsi sebagai perileks otot yang efektif. Ketika Anda konsumsi, minyak ini membantu merilekskan otot-otot usus, sehingga gas bisa keluar lebih mudah dan kembung pun mereda.[3]
3. Teh Kamomil
Tanaman herbal untuk perut kembung yang cukup efektif adalah kamomil. Teh bunga kamomil mengandung senyawa fenolik seperti apigenin, quercetin, dan patuletin yang memiliki sifat anti-inflamasi, menenangkan, memperlancar pencernaan, dan antispasmodik.[4]
Konsumsinya akan meredakan iritasi pada saluran pencernaan sekaligus mengurangi gas di perut.
4. Teh Biji Adas
Sebagai obat alami, biji adas dikenal mampu meredakan berbagai gangguan pencernaan seperti perut kembung dengan melemaskan otot polos di saluran pencernaan.[5]
Anda bisa menyeduhnya dalam air mendidih selama 5-10 menit untuk menikmati teh yang menenangkan. Namun, teh ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui.
5. Teh Kayu Manis
Kayu manis, dengan sifat karminatifnya, efektif membantu mengusir gas berlebih, sehingga nyeri perut akibat kembung dapat mereda. Bahkan, pada wanita hamil trimester tiga, kayu manis sering digunakan untuk mengatasi kembung dan sakit perut.[6]
Seduh satu batang kayu manis dalam air panas selama 10 menit untuk mendapatkan manfaatnya.
6. Yogurt
Mengonsumsi yogurt yang mengandung Lactobacillus Acidophilus bisa menjadi solusi untuk mengurangi kembung pada orang dengan intoleransi laktosa.[7]
7. Air Lemon Hangat
Lemon memiliki kemampuan merangsang produksi cairan empedu dan lambung, membantu mencegah pembentukan gas yang dapat memperburuk kondisi kembung.
8. Teh Kunyit
Minum apa agar perut kembung hilang? Anda bisa mengonsumsi teh kunyit. Senyawa kurkumin di kunyit mempunyai efek anti-inflamasi yang dapat meredakan gejala iritasi usus termasuk kembung.[8]
Cukup larutkan bubuk kunyit dalam air panas untuk mendapatkan khasiat alaminya.
9. Air Kelapa
Dengan 500 milligram potassium per gelasnya (240 ml), air kelapa membantu mengurangi kembung dengan menyeimbangkan kadar sodium dalam tubuh.[9]
10. Pisang
Sama dengan air kelapa, pisang juga mempunyai kandungan potasium yang tinggi, yakni 451 milligram per 100 gram penyajian.[10]Dengan mengonsumsinya, Anda bisa menurunkan kadar sodium berlebih yang menyebabkan kembung.
11. Brokoli
Cara Mengatasi perut kembung secara alami dan cepat lainnya adalah dengan makan brokoli. Kandungan seratnya yang tinggi membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dan mengurangi rasa kembung.[11]
12. Nanas
Orang yang mengonsumsi lebih banyak protein lebih mungkin mengalami kembung daripada orang dengan diet tinggi karbohidrat.[12]Nanas, dengan enzim bromelainnya, dapat membantu memecah protein ini dan mengurangi kembung pada individu dengan diet tinggi protein.
13. Kencur
Bagaimana cara mengatasi perut kembung dengan cepat? Anda bisa langsung mengunyah kencur untuk mengurangi pembentukan gas di perut dan mempermudah pengeluarannya.[13]
14. Asparagus
Asparagus berfungsi sebagai diuretik alami yang efektif membantu mengurangi penumpukan air dalam tubuh dan meredakan perut kembung. Selain itu, sayuran ini juga mengandung inulin, jenis probiotik yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan.
15. Timun
Dengan kandungan airnya yang tinggi, timun dapat membantu mengatasi retensi air, kondisi yang menyebabkan tubuh menahan cairan dan memicu perut kembung.
Selain 15 obat alami perut kembung pilihan yang telah disebutkan, cara yang mengatasi perut kembung yang lebih praktis adalah dengan mengonsumsi ramuan herbal Sido Muncul Tolak Angin Bebas Gula Cair.
Produk ini dirancang khusus bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan pencernaan tanpa khawatir akan asupan gula. Dengan kandungan bahan herbal seperti jahe, royal jelly, adas, dan pepermin, Sido Muncul Tolak Angin Bebas Gula Cair bekerja cepat meredakan perut kembung, mual, dan masuk angin.
Tidak perlu khawatir lagi dengan perut kembung yang mengganggu aktivitas Anda. Coba obat herbal perut kembung: Sido Muncul Tolak Angin Bebas Gula Cair sekarang juga, dan rasakan efektivitasnya!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•03 SEP 2024
Perut Kembung: Penyebab, Gejala, Penanganan, dan Pencegahan
Perut kembung adalah masalah kesehatan umum yang sering dialami banyak orang. Faktanya, sekitar 18% dari populasi global mengalami kembung minimal sekali dalam seminggu.[1]
Penyebabnya bisa bermacam-macam, dan untungnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut? Simak selengkapnya di sini!
Apa Sebenarnya Perut yang Kembung Itu?
Kembung mengacu pada keadaan saat perut Anda terasa sesak dan kencang sehingga berdampak pada kondisi perut yang kurang nyaman. Masalah ini akan Anda rasakan karena gas yang tertahan dalam saluran gastrointestinal.
Dari segi visual, kondisi ini akan mempengaruhi perut Anda dengan membuatnya tampak lebih buncit dari biasanya.
Penyebab Perut Kembung
Perut terasa sesak dengan gas dapat muncul sebagai akibat dari kebiasaan sepele sehari-hari atau sebagai tanda dari kondisi kesehatan tertentu, seperti:
Kebiasaan Makan
Mengonsumsi minuman berkarbonasi, kebanyakan menyantap hidangan tinggi garam, makan terburu-buru, hingga terlalu banyak minum air selama makan dapat memicu kembung.
Kebiasaan Merokok
Kandungan zat beracun dalam rokok dapat mengganggu kesehatan lambung dengan cara memicu iritasi yang mengakibatkan kembung.
Gejala dari Penyakit di Tubuh
Sering dianggap sebagai kondisi yang sepele, kembung ternyata bisa menjadi tanda-tanda dari adanya gangguan kesehatan yang lebih berat di dalam tubuh, seperti:
SIBO
Adanya pertumbuhan bakteri yang berlebihan di usus halus yang mendorong beragam gangguan di perut, seperti nyeri perut, kembung, dan diare.
Iritasi Usus Besar (IBS)
Iritasi yang dibarengi dengan sembelit akan membuat makanan terasa lebih lama di usus. Keadaan ini lantas akan membuat gas terakumulasi di sistem pencernaan sehingga munculah kembung.
Kanker
Kembung bisa jadi pertanda kanker ovarium, karena kondisi ini biasanya terkait dengan penumpukan cairan di perut, yang dikenal dengan nama asites.
Peningkatan Hormon pada Wanita
Kenaikan kadar estrogen dan penurunan progesteron membuat tubuh wanita menyimpan lebih banyak cairan, yang berujung pada perut yang terasa kembung. Inilah alasan mengapa wanita dua kali lipat lebih rentan mengalami kembung daripada pria.[1]
Gejala-Gejala Perut Kembung
Gejala perut yang kembung cukup bervariasi, mulai dari yang ringan hingga cukup parah. Namun, secara garis besar, ciri perut kembung adalah:[2]
Perut mengembang dan terasa kencang.
Intensitas buang angin yang sering.
Ada bunyi bising dan gemuruh yang berasal dari dalam perut.
Merasakan perasaan tidak nyaman atau nyeri di perut.
Solusi untuk Mengatasi Perut Kembung
Apa yang harus dilakukan jika perut kembung? Bila perut Anda terasa penuh gas, ada sejumlah langkah yang bisa Anda ambil untuk meredakannya, di antaranya:
1. Mengonsumsi Rempah dan Herbal dengan Efek Karminatif
Efek karminatif merujuk pada sifat suatu bahan yang memudahkan pengeluaran gas dalam tubuh, sehingga konsumsinya membantu mengurangi gejala perut yang begah.[3] Umumnya, bahan dengan efek ini memberikan rasa hangat di dalam usus.[4]
Rempah dan herbal yang memiliki efek ini meliputi jahe, adas, pepermin, basil, kayu manis, parsley, dan juga ketumbar. Anda bisa menggunakannya untuk membuat teh herbal atau menambahkannya dalam masakan.
2. Mengonsumsi Obat Perut Kembung
Perut terasa begah dan kembung juga dapat Anda atasi dengan konsumsi obat oral seperti simetikon yang membantu tubuh mengeluarkan gas dalam bentuk sendawa dan ketut.[5] Selanjutnya, Anda juga bisa mengonsumsi obat golongan antispasmodik yang dapat merelaksasi otot pencernaan sehingga gejala kembung dapat berkurang.
Jangan lupa, sebaiknya konsultasikan penggunaan obat dengan dokter sebelum Anda mengonsumsinya.
3. Mengompres Perut dengan Botol Air Hangat
Dengan mengalirkan panas dari botol ke perut, otot-otot usus Anda akan menjadi lebih relaks. Proses sederhana ini akan mempermudah pengeluaran gas yang terkurung di dalam pencernaan, sehingga perut akan terasa lebih lega.
4. Melakukan Kardio
Aktivitas fisik ringan dapat membantu Anda membersihkan gas di dalam usus, sehingga rasa begah akibat kembung dapat Anda atasi dengan baik.[6] Anda bisa mencoba jalan santai, bersepeda, atau jogging selama setengah jam untuk membantu melancarkan pencernaan.
5. Memijat Perut
Memijat perut akan memperlancar buang air besar. Untuk melakukan pijatan, Anda bisa meletakan tangan tepat di atas perut. Kemudian, mulai pijatan dari sisi kanan perut hingga ke tulang panggul. Gosok dengan gerakan memutar yang sedikit menekan secara perlahan. Lakukan hal ini setidaknya selama 10 menit.
Cara Mencegah Perut yang Kembung
Pencegahan kembung dapat Anda lakukan dengan mulai mengubah kebiasaan yang menjadi pemicunya, seperti:
Tidak tergesa-gesa saat mengunyah karena hal ini dapat membuat gas menumpuk di perut.
Membatasi konsumsi air selama makan, terutama minuman berkarbonasi dan tinggi gula.
Tingkatkan asupan makanan kaya serat seperti oats, alpukat, pisang, apel, dan brokoli.
Kurangi atau menghentikan kebiasaan merokok.
Agar perut tetap nyaman dan ringan, kunci utamanya adalah menjaga pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Bila keluhan perut kembung sering muncul, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat teridentifikasi secara tepat.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•02 SEP 2024
Solusi Cepat: 10 Cara Mengatasi Perut Kembung Terus Menerus
Kembung adalah gangguan yang umum, dan faktanya, 1 dari 7 orang mengalami kembung setidaknya sekali dalam seminggu.[1] Meski kondisi ini normal, kembung yang terjadi terus menerus tentu bukan hal yang seharusnya diabaikan. Pahami penyebab dan temukan cara mengatasi perut kembung terus menerus agar kenyamanan dan kesehatan Anda tetap terjaga.
Apa Penyebab Perut Kembung Terus Menerus?
Perut penuh gas yang muncul secara terus menerus karena berbagai faktor, di antaranya:
1. Kebiasaan Buruk yang Dilakukan Berulang
Beberapa kebiasaan memberikan dampak besar kondisi kesehatan pencernaan Anda. Contohnya kebiasaan mengonsumsi minuman berkarbonasi dan tinggi gula (fruktosa),[2] menyantap hidangan tinggi garam, makan dengan terburu-buru, dan mengonsumsi banyak air selama makan.
2. Ada Gangguan Kesehatan
Ada penyakit tertentu yang memicu kembung sebagai gejalanya. Selama kondisi ini belum diobati, Anda mungkin akan sering mengalami gangguan kembung.
Iritasi Usus Besar (IBS)
Gejalanya meliputi kembung dan sembelit, yang bisa bertahan selama beberapa hari, minggu, atau bahkan berbulan-bulan.
Kanker
Perut yang terus-menerus kembung, ditambah dengan pembengkakan, dapat menjadi tanda awal yang paling sering terlihat pada kanker ovarium, usus, dan lambung.
Celiac
Kondisi di mana usus kesulitan menyerap nutrisi dari makanan seperti gandum dan gluten, sehingga perut pun terasa kembung.[3]
Cara Mengatasi Perut Kembung
Meskipun kembung bisa disebabkan oleh penyakit, sebagian besar kasus kembung dipicu oleh kebiasaan makan yang buruk.[4]Oleh karena itu, untuk meredakan kembung, Anda bisa mencoba beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan sendiri, seperti:
1. Mengoleskan Minyak Angin
Mengatasi perut kembung tanpa obat bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan minyak kayu putih. Selain mempunyai aroma terapi yang menenangkan tubuh, minyak ini juga memberikan rasa hangat di kulit. Pemakaiannya pada permukaan perut dapat mengurangi rasa begah di perut yang kembung.[5]
2. Memijat Perut
Memijat perut yang kembung adalah salah satu cara mengeluarkan angin dalam perut dengan cepat. Gerakan memijat perut dapat membantu melancarkan proses pencernaan dengan mendorong tinja agar bergerak di dalam usus besar Anda, sehingga gejala seperti rasa perut kencang, begah, kram, dan kembung bisa teratasi.
Cara Pijat:[6]
Mulai pijatan dari bawah tulang panggul di sisi kanan perut, kemudian bawa pijatan naik ke atas dengan gerakan memutar sampai ke tulang rusuk kanan.
Selanjutnya, geser pijatan ke sisi kiri dan turun ke bawah menuju menuju tulang panggul kiri.
Ulangi gerakan mengatasi perut kembung ini selama 10 menit dengan sedikit memberi tekanan.
3. Mengompres Perut dengan Air Hangat
Isi buli-buli panas dengan air panas dan letakan di perut, kemudian biarkan kompres bekerja selama 10 hingga 15 menit.
Panas dari kompres akan membuat otot-otot usus Anda akan menjadi lebih relaks. Metode sederhana ini mendorong pengeluaran gas yang terperangkap dalam pencernaan.
4. Melakukan Olahraga
Olahraga mendorong tubuh mengeluarkan tinja dan gas dari usus. Selain itu, berolahraga juga membantu Anda mengeluarkan garam berlebih, yang menjadi salah satu faktor perut kembung, dari tubuh lewat keringat.[7]
Tidak perlu aktivitas yang berat. Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti jalan santai, lari, dan bersepeda.
5. Mengonsumsi Yogurt
Yogurt yang mengandung bakteri acidophilus lactobacillus, dapat membantu meredakan kembung dengan cara menambahkan bakteri baik ke dalam usus Anda. Hal ini akan mendukung keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan kondisi kesehatan pencernaan, sehingga gangguan seperti kembung akan teratasi.
6. Memanfaatkan Rempah dan Herbal
Cara mengatasi perut keras dan kembung lainnya adalah dengan mengonsumsi rempah dan herbal yang dapat mengurangi penumpukan gas.
Rempah seperti jahe, adas, ketumbar, dan kayu manis, serta herbal seperti peppermint, basil, dan peterseli, memiliki efek karminatif yang membantu tubuh mengeluarkan gas.[8]
7. Mengonsumsi Makanan dengan Kandungan Potasium
Potasium memiliki fungsi yang penting dalam tubuh. Selain mengurangi sembelit, potasium juga dapat meredakan kembung dengan cara mengurangi retensi air dalam tubuh.[9][10]
Beberapa makanan dan minuman yang kaya akan potasium adalah pisang, kentang, jeruk, dan air kelapa.
8. Makan Makanan Tinggi Serat
Makanan kaya serat seperti alpukat, pisang, dan wortel dapat mengatasi sembelit dan mendorong proses pembuangan tinja. Cara ini dapat mengurangi kembung yang disebabkan oleh gas yang terperangkap di perut akibat sembelit.
9. Mengonsumsi Nanas
Pola makan tinggi protein membuat seseorang lebih mudah mengalami kembung daripada individu dengan pola makan tinggi karbohidrat.[11] Enzim bromelain di nanas dapat membantu memecah protein, sehingga konsumsinya dapat mengurangi kembung pada mereka yang menyantap banyak protein.
10. Mengonsumsi Obat Oral
Untuk meredakan perut yang begah dan kembung, Anda bisa mencoba obat oral seperti simetikon, yang membantu mengeluarkan gas melalui sendawa atau kentut. Selain itu, bisa juga konsumsi obat antispasmodik yang membantu merelaksasi otot pencernaan.
Pastikan konsumsinya telah melalui konsultasi dengan dokter, sehingga tidak menimbulkan efek samping.
Selain cara-cara di atas, Anda juga bisa mengatasi kembung dengan Sido Muncul Tolak Angin Bebas Gula Cair.
Kandungan jahe, royal jelly, adas, dan peperminnya, membuat Sido Muncul Tolak Angin Bebas Gula Cair bekerja cepat mengatasi perut kembung, mual, dan masuk angin.
Cari cara mengatasi perut kembung terus menerus yang cepat dan efektif? Sido Muncul Tolak Angin Bebas Gula Cair jawabannya!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•02 SEP 2024
10 Cara Menghentikan Haid Terus Menerus secara Alami & Ampuh
Menjalani siklus haid yang normal selama 3 hingga 7 hari saja sudah cukup berat, apalagi jika mengalami haid yang berlangsung lebih lama. Mengatasi hal ini, ada banyak cara menghentikan haid terus menerus secara alami yang bisa membantu Anda agar haid dapat segera berhenti.
Haid berkepanjangan atau menorrhagia adalah situasi di mana menstruasi berlangsung lebih dari batas normal, yaitu lebih dari 7 hari.[1]
Kondisi ini cukup lumrah di kalangan wanita, bahkan satu dari tiga wanita sering mengalami hal ini.[2] Namun demikian, bukan berarti Anda harus membiarkannya begitu saja. Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan anemia karena kekurangan darah.
Penyebab Menstruasi Terus Menerus
Berbagai penyebab bisa memicu durasi haid yang lebih lama dari biasanya, seperti:
Adenomiosis: Gangguan di sistem reproduksi wanita yang menyebabkan pembesaran dan penebalan rahim.
Disfungsi Ovulasi: Gangguan yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon, sehingga perdarahan terjadi dengan intensitas yang bervariasi dan bisa muncul kapan saja.
Konsumsi Obat-Obatan: Obat pengencer darah dan aspirin bisa menyebabkan pendarahan haid lebih deras.
Penggunaan alat kontrasepsi: Pemakaian spiral tembaga (IUD) bisa membuat haid menjadi lebih deras, terutama pada tahun pertama pemakaian.[3]
Stres yang parah: Stres membuat tubuh tidak memiliki energi yang cukup untuk bereaksi terhadap siklus menstruasi yang normal. Dalam beberapa kasus, hal ini akan membuat periode menstruasi yang lebih panjang.[4]
Hormon yang tidak seimbang: Terlalu banyak estrogen dapat menyebabkan menstruasi menjadi sangat berat dan berkepanjangan.
Cara Mengatasi Menstruasi Terus Menerus
Apa yang harus dilakukan jika menstruasi tidak berhenti? Agar waktu haid Anda tidak semakin panjang dan merepotkan, ini sejumlah cara mengatasi haid berkepanjangan:
1. Mengonsumsi Air Putih yang Cukup
Rajin mengonsumsi air putih selama periode menstruasi dapat membantu Anda mengurangi durasi haid.
Dari hasil pengamatan terhadap 140 wanita yang sedang menstruasi, diketahui bahwa mengonsumsi 1600 ml hingga 2000 ml air putih dapat memperpendek durasi menstruasi dan meredakan nyeri yang biasa dirasakan saat haid.[5]
2. Mencukupi Waktu Tidur
Tidur dengan durasi yang sangat singkat, kurang dari 5 jam per malam, dapat secara signifikan meningkatkan risiko ketidakteraturan yang parah pada siklus menstruasi Anda. Akibatnya, periode menstruasi dapat berlangsung hingga dua kali lebih lama dibandingkan durasi normalnya.[6]
Untuk itu, pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup, yaitu antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam[7] sehingga durasi haid tidak semakin panjang.
3. Jaga Kebugaran dengan Olahraga Rutin
Merasa menstruasi Anda tidak teratur? Mulailah melakukan olahraga aerobik di rumah. Olahraga aerobik, seperti melakukan jalan sehat, selama 30 menit dalam 3 - 5 sesi seminggu dalam kurun waktu setidaknya 10 minggu dapat membantu Anda mengurangi keparahan haid dan memperpendek durasi haid.[8]
4. Mengonsumsi Teh Pepermin
Daun apa yang bisa menghentikan haid berkepanjangan? Anda bisa mencoba mengonsumsi teh daun pepermin di rumah.
Pepermin mengandung menthol yang berperan sebagai antispasmodik. Kandungan ini mampu mengurangi nyeri akibat haid dan keparahan menstruasi, termasuk mempersingkat lamanya menstruasi.[9]
5. Mengonsumsi Teh Jahe
Cara menghentikan haid dengan cepat lainnya adalah dengan mengonsumsi teh jahe. Teh jahe memiliki sifat alami yang dapat membantu tubuh mengurangi intensitas pendarahan saat haid, sehingga proses menstruasi berlangsung lebih cepat dan lebih nyaman.[10]
Tidak harus selalu menggunakan jahe segar, Anda juga bisa memilih jahe bubuk untuk membuat ramuan yang lebih praktis.
6. Mengonsumsi Rebusan Kunyit
Tidak hanya membantu mengangkat rasa nyeri karena kram haid, kunyit juga dapat membantu Anda mengatasi siklus menstruasi yang berantakan.
Dengan kandungan antioksidan dan sifat antidepresan, kunyit dapat membantu menyeimbangkan hormon serta mengurangi stres dalam tubuh, dua faktor utama yang bisa menyebabkan haid berkepanjangan.[11]
Selain rebusan kunyit, Anda juga bisa mengonsumsi ramuan tradisional menghentikan darah haid dengan kandungan kunyit.
7. Mengonsumsi Seduhan Biji Adas
Ekstrak dapat Anda gunakan untuk meredakan perdarahan sedang sekaligus nyeri haid yang mengganggu.[12]
Untuk menyajikan teh biji adas, cukup rendam biji adas dalam air mendidih dan biarkan selama 5 hingga 10 menit.
8. Mengonsumsi Banyak Makanan Berserat
Makanan tinggi serat dapat membantu Anda menekan level hormon estrogen dalam tubuh yang menjadi pemicu haid panjang. Beberapa makan tinggi serat adalah pir, pisang, kentang, dan brokoli.
9. Makan Yogurt
Yogurt dapat membantu menyeimbangkan hormon yang bisa menyebabkan haid berkepanjangan. Pilihlah Greek yogurt tanpa tambahan gula untuk manfaat yang optimal.
10. Masturbasi
Bagaimana cara menghentikan haid yang terlalu lama? Anda bisa mencoba mastrubasi.
Orgasme saat mastrubasi akan membantu Anda melepaskan hormon oksitosin yang menyebabkan kontraksi rahim. Kontraksi ini dapat mendorong darah menstruasi keluar dari rahim dengan lebih cepat, sehingga durasi menstruasi dapat dipersingkat.[13]
Selain 10 cara di atas, menghentikan haid terus menerus juga dapat Anda lakukan dengan mengonsumsi Sido Muncul Minuman Kunyit Asam. Kandungan kunyit dan asam jawanya akan membantu Anda melancarkan haid, sehingga durasi menstruasi dapat dipersingkat.
Mencari cara menghentikan haid terus menerus secara alami? Sido Muncul Minuman Kunyit Asam dengan ekstrak herbal pilihan jawabannya!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•01 SEP 2024
3 Teknik Pijatan Ampuh: Cara Memijat agar Cepat Haid Sendiri
Ada banyak cara yang bisa Anda coba untuk mengatasi siklus haid yang terganggu, salah satunya adalah dengan metode pijat yang populer di kalangan wanita karena dipercaya dapat menstimulasi datangnya datang bulan. Tertarik mencoba? Pelajari cara memijat agar cepat haid sendiri dan ketahui apakah metode ini efektif di sini!
Apakah Memijat Benar-Benar Bisa Menstimulasi Kedatangan Haid?
Jika kita membahas metode pijat, cara ini memang sudah dikenal luas karena kemampuannya dalam meredakan rasa nyeri yang sering menyertai periode haid wanita.[1]Namun, selain sebagai pereda nyeri, apakah pijat juga memiliki kemampuan untuk mempercepat datangnya haid?
Sejauh ini, masih belum ada data yang memberikan kepastian bahwa metode ini dapat membantu Anda haid lebih cepat. Meskipun demikian, ada beberapa manfaat dari metode pijat yang mungkin memiliki korelasi terhadap percepatan siklus menstruasi, di antaranya:
Pijatan dapat Meredakan Stres
Pijatan yang Anda berikan pada tubuh akan membuat tubuh Anda merasa lebih rileks, menurunkan denyut jantung, dan melepaskan hormon yang membuat perasaan senang.[2] Proses ini tidak hanya membuat Anda merasa lebih tenang, tetapi juga secara signifikan mengurangi tingkat stres.
Sebagai catatan, stres dapat membuat siklus menstruasi Anda terlambat bahkan tidak datang sama sekali.[3] Ketika Anda mengalami stres, tubuh merespons dengan memproduksi hormon kortisol. Hormon ini akan mengganggu keseimbangan hormon reproduksi Anda, sehingga merusak keteraturan siklus haid.[4]
Pijatan Membantu Memperlancar Peredaran Darah
Pijatan tidak hanya memberikan rasa rileks yang mendalam, tetapi juga berperan penting dalam melancarkan peredaran darah di seluruh tubuh. Aliran darah yang lancar di tubuh akan membantu merangsang fungsi organ-organ bekerja secara optimal.[5]
Ketika aliran darah menjadi lebih baik dan lancar, terutama di area panggul dan rahim, kondisi ini dapat memberikan dampak positif seperti meningkatkan fungsi kedua organ intim tersebut. Dengan pendekatan ini, pijatan dapat secara tidak langsung dapat menstimulasi datangnya haid lebih cepat.
Cara Memijat agar Datang Bulan Cepat Datang
Pijat bagian apa supaya cepat haid? Ada area tertentu di tubuh yang dianggap bisa memicu datang bulan lebih cepat. Berikut beberapa titik pijat melancarkan haid beserta panduan tentang cara melakukan pijatannya:
Pijatan Perut Bagian Bawah
Tekanan ringan pada area bawah perut berpotensi memperlancar sirkulasi darah ke rahim, ovarium, dan tuba falopi. Cara ini akan mendorong siklus datang bulan dan meminimalisir peradangan yang membuat nyeri selama haid. Selain itu, sedikit tekanan dari pijatan juga mampu mengeluarkan cairan yang terjebak di rahim.
Baringkan diri Anda secara terlentang di permukaan yang datar.
Arahkan jari-jari melakukan pijatan di atas perut bawah, lebih tepatnya di bawah area pusar.
Buat gerakan pijatan Anda searah jarum jam untuk hasil optimal. Cara menekan perut agar cepat haid adalah dengan memberikan sedikit dorongan lembut di perut.
Teruskan metode ini selama beberapa menit hingga Anda merasakan perut bawah menjadi lebih nyaman.
Pijatan di Pergelangan Tangan
Di area pergelangan tangan terdapat titik stimulus yang memiliki hubungan langsung dengan rahim dan ovarium, sehingga pijatan di titik ini dapat memberikan rangsangan positif pada organ reproduksi.
Lebih jauh lagi, pijatan pada titik ini memiliki kemampuan luar biasa dalam meminimalisir stres dan memberikan rasa relaksasi serta kenyamanan pada tubuh.[6]
Letakan jari di pergelangan tangan.
Manfaatkan teknik memijat dengan gerakan sirkular untuk hasil yang optimal selama dua menit.
Lakukan pijatan ini pada tangan kiri dan kanan secara bergantian dan terus ulangi proses ini beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang paling optimal.
Pijatan di Telapak Kaki
Cara agar cepat haid juga dapat Anda lakukan lewat pemijatan telapak kaki. Area di antara mata kaki serta telapak kaki diyakini terkoneksi secara langsung dengan organ rahim.
Berpedoman pada prinsip akupunktur, meski belum terkonfirmasi resmi secara medis, metode pijatan ini diyakini dapat membantu meningkatkan keteraturan siklus haid Anda.
Letakan jari pada telapak kaki.
Arahkan pijatan dengan pola melingkar di area telapak kaki selama sekitar dua hingga tiga menit pada setiap kaki.
Untuk efek yang maksimal, ulangi metode pijatan ini secara berulang pada setiap bagian kaki.
Cara alami agar cepat haid ini bisa Anda lakukan dengan tambahan minyak aroma terapi. Aroma yang menenangkan akan membuat tubuh Anda lebih rileks, sehingga meningkatkan efektivitas metode ini.
Selain pijat, cara agar cepat haid sendiri lain yang bisa Anda coba adalah dengan mengonsumsi Sido Muncul Minuman Kunyit Asam. Kandungan kunyit dalam ramuan tradisional ini sangat populer karena kemampuannya dalam membantu tubuh mengatasi siklus menstruasi yang tidak teratur.
Herbal kunyit mempunyai efek estrogenik yang dapat merangsang lapisan rahim untuk mengeluarkan darah menstruasi sehingga tamu bulanan bisa datang lebih cepat.[7]
Cobalah beberapa cara memijat agar cepat haid sendiri di atas untuk menunjang kelancaran datangnya tamu bulanan. Selain itu, untuk mendukung siklus datang bulan yang lebih teratur, jangan lupa untuk rutin konsumsi Sido Muncul Minuman Kunyit Asam. Nikmati manfaat ganda untuk mendukung siklus haid yang lebih teratur!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•31 AUG 2024
Cara Mengobati Gigitan Kutu Kasur: Solusi Cepat dan Efektif
Tak ada yang lebih mengganggu saat bersantai selain gigitan kutu kasur. Bukan hanya rasa gatal yang muncul, tetapi juga sensasi perih dan panas yang bikin tak nyaman. Namun, tenang saja, ada beberapa cara mengobati gigitan kutu kasur yang efektif menghilangkan rasa sakitnya.
Tentang Kutu Kasur
Kutu kasur tidak hanya berhenti pada gigitan saja, serangga ini juga menyedot darah layaknya nyamuk. Dari segi ukuran, serangga ini memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, sekitar 5 mm (ukuran dewasa) sehingga kehadirannya sulit terdeteksi secara visual.
Seperti namanya, serangga ini umumnya bersembunyi di celah-celah kasur, bingkai tempat tidur, namun demikian serangga ini juga bisa sembunyi di sofa bahkan di lemari pakaian.
Serangga ini mempunyai siklus perkembang biakan yang relatif cepat. Dari telur, serangga ini bisa menetas hanya dalam waktu 4 hingga 12 hari dan mampu bertahan hidup hingga 6 hingga 12 bulan.[1] Jika tidak segera ditangani, populasinya bisa meningkat pesat dalam waktu singkat.
Ciri-Ciri Digigit Kutu Kasur
Gigitan kutu kasur tidak selalu meninggalkan jejak dan reaksi di kulit. Sekitar 10% hingga 30% orang tidak mengalami reaksi apapun.[1] Namun, bagi orang yang kurang beruntung, gigitan ini sering kali meninggalkan jejak dan reaksi yang cukup mencolok, seperti:
1. Bintik Kemerahan
Gigitan kutu kasur meninggalkan bekas yang bervariasi, dari bintik merah kecil hingga benjolan besar berwarna gelap. Namun, umumnya, Anda akan melihat bentol kecil kemerahan di kulit. Gigitan sering kali tersusun dalam pola garis lurus atau zig-zag, dengan beberapa bentol yang muncul berdekatan.
2. Ada Sensasi Gatal yang Intens
Salah satu tanda utama dari gigitan kutu kasur adalah sensasi gatal yang luar biasa. Gatal ini bisa berlangsung selama beberapa saat, bahkan menjadi lebih parah jika Anda garuk terus-menerus.
Jika Anda merasa tak tahan dengan gatal akibat gigitan ini, Sido Muncul Tolak Angin Care bisa menjadi solusi praktis. Diformulasikan dengan jahe, menthol, minyak pepermin, dan champor, minyak angin ini dapat secara efektif meredakan gatal di kulit.
Gunakan Sido Muncul Tolak Angin Care pada area benjolan yang gatal, dan rasakan sensasi kelegaan dari gatal akibat gigitan serangga yang mengganggu!
3. Muncul Iritasi Berupa Lepuhan
Dalam beberapa kasus, benjolan yang muncul akibat gigitan kutu kasur tidak hanya berbentuk bintik atau benjolan biasa. Sebaliknya, Anda mungkin akan menemukan gelembung kecil berisi cairan yang tampak seperti lepuhan.
Berbeda dengan gigitan semut yang langsung terasa perih, gigitan kutu kasur sering kali sulit Anda rasakan secara langsung. Ini karena kutu kasur menyuntikkan anestesi yang membuat kulit Anda tidak merasakan sensasi sakit saat digigit.[2]
Biasanya, kutu kasur beroperasi di malam hari, jadi gigitan mereka lebih sering terjadi saat Anda sedang terlelap dan tidak menyadari kehadiran mereka.
Penanganan Tepat untuk Gigitan Kutu Kasur
Berapa lama luka gigitan kutu kasur sembuh? Luka akibat gigitan kutu kasur biasanya memerlukan waktu sekitar dua minggu untuk sembuh sepenuhnya.[3]
Jika Anda ingin mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi ketidaknyamanan akibat gatal yang menyiksa, berikut adalah beberapa metode efektif untuk mengatasi gigitan kutu kasur dengan cepat:
1. Cuci Area Gigitan dengan Air dan Sabun
Ketika kutu kasur menggigit kulit Anda, air liur serangga yang mengandung banyak zat protein ini akan memicu peradangan di kulit dan tubuh.[4]
Apa yang harus dilakukan jika digigit kutu kasur? Untuk mengurangi dampak dari air liur ini, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencuci area yang terkena gigitan dengan air bersih dan sabun, atau lebih efektif lagi, mandi untuk membersihkan seluruh tubuh.
Cara ini bisa membantu Anda membersihkan sisa air liur kutu kasur yang membuat kulit menjadi iritasi.
2. Mengompres Kulit dengan Kain Dingin atau Kompres Es
Kompres dingin dapat menekan sedikit rasa gatal dan peradangan yang mengusik kenyamanan Anda. Suhu dingin akan mendorong efek mati rasa pada area kulit yang ditargetkan sehingga membantu Anda menetralkan rasa gatal yang tidak tertahankan dari gigitan serangga kecil ini.
3. Mengoleskan Gel Lidah Buaya
Cara mengobati gigitan tungau secara alami bisa Anda lakukan dengan mengoleskan lidah buaya pada area yang bermasalah. Dengan karakteristiknya yang menenangkan dan sifat antibakteri, gel lidah buaya dapat membantu meredakan rasa gatal, panas, dan pembengkakan yang timbul akibat gigitan serangga.[5]
4. Mengoleskan Salep
Untuk keadaan yang sudah tidak tertahankan, Anda juga bisa menggunakan salep untuk gigitan kutu kasur dengan kandungan hydrocortisone. Hydrocortisone dapat mengaktifkan zat alami di kulit untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal sehingga gejala-gejala gigitan serangga seperti kutu kasur bisa diminimalisir.[6]
Untuk mengetahui pemakaiannya sesuai atau tidak dengan kondisi kulit Anda, konsultasi dengan dokter sangat direkomendasikan.
Dengan langkah-langkah di atas, Anda bisa segera terbebas dari rasa gatal akibat gigitan kutu kasur. Jangan biarkan kutu kasur merusak kenyamanan Anda. Gunakan Sido Muncul Tolak Angin Care sebagai cara mengobati gigitan kutu kasur yang praktis di rumah. Tinggal oleskan pada area yang gatal dan rasakan perbedaannya!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•30 AUG 2024
Cara Mengobati Gigitan Tomcat: 5 Solusi Atasi Gatal & Sakit
Siapa sangka, serangga sekecil tomcat bisa memberikan luka yang perihnya minta ampun kalau sampai gigit! Rasanya bukan cuma gatal, tapi juga panas dan pedih. Pertanyaannya, adakah cara mengobati gigitan tomcat ini agar proses penyembuhannya menjadi lebih cepat?
Jawabannya ada! Ada beberapa cara mengobati gigitan serangga tomcat yang bisa Anda ikuti untuk mendorong penyembuhan luka yang lebih cepat. Temukan informasinya lebih lanjut di sini!
Gejala Gigitan Tomcat
Seperti yang terlihat pada gambar digigit tomcat di atas, gigitan tomcat tidak seperti gigitan semut dan nyamuk yang hanya meninggalkan rasa gatal dan benjolan di kulit. Disebut juga Paederus Dermatitis, gigitan tomcat meninggalkan beberapa gejala seperti:
Ruam merah: Muncul bercak merah pada area yang terkena racun tomcat.
Kulit Melepuh: Ruam bisa berkembang menjadi lepuhan berisi cairan.
Gatal: Rasa gatal sangat intens dan membuat tidak nyaman.
Nyeri: Selain gatal, gigitan tomcat juga bisa menimbulkan rasa nyeri.
Sensasi terbakar: Beberapa orang merasakan sensasi seperti terbakar pada kulit yang terkena.
Gejala klinis ini tidak akan muncul secara instan. Anda baru akan merasakannya setelah delapan jam hingga dua hari setelah paparan racun tomcat.[1]
Akibat Gigitan Tomcat
Gigitan tomcat memang terkesan sepele, namun dampaknya bisa cukup serius. Racun paederin dalam tubuh serangga kecil ini memiliki sifat korosi dapat menyebabkan iritasi kulit yang cukup parah. Berikut beberapa akibat yang timbul karena gigitan tomcat:
Menimbulkan Bekas Luka
Berbeda dengan gigitan nyamuk atau semut yang akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa jam, iritasi akibat gigitan tomcat akan meninggalkan bekas berupa hiperpigmentasi di kulit.
Bekas luka ini cenderung sulit hilang dan biasanya memerlukan waktu beberapa minggu sebelum mulai memudar secara perlahan.[1]
Luka yang Besar
Gigitan tomcat cenderung meninggalkan luka yang basah dan berair. Jika tidak diatasi dengan baik, menggaruk atau menggesek luka tersebut dapat menyebabkan iritasi menyebar ke bagian tubuh lain, memperbesar dan memperburuk luka yang ada di kulit.
Cara Mengobati Jika Digigit Tomcat
Jika ditanya berapa lama sembuh kena gigitan tomcat, pemulihannya akan memerlukan waktu sekitar 10 hingga 12 hari hingga benar-benar sembuh.[2] Namun demikian, ada beberapa cara efektif yang bisa Anda terapkan untuk meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan, antara lain:
1. Bersihkan Kulit dengan Air dan Sabun
Jika Anda menyadari adanya tomcat yang sempat bersentuhan dengan kulit, segeralah bersihkan area tersebut dengan air dan sabun. Langkah ini penting untuk menghilangkan racun tomcat dari kulit, sehingga iritasi dan penyebaran luka dapat Anda minimalisir.
2. Berikan Kompres Dingin pada Area Iritasi
Kompres dingin efektif meredakan gejala yang disebabkan oleh racun tomcat. Metode ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri akibat iritasi.[3]
Lakukan kompres selama 10 hingga 20 menit, tetapi hindari menggosok atau menggunakan kain kompres pada area kulit lain, karena hal tersebut dapat menyebarkan iritasi.
3. Menggunakan Salep
Untuk kondisi iritasi yang sudah berkembang, cara mengobati gigitan tomcat yang sudah parah adalah dengan menggunakan salep kulit. Penggunaan salep seperti salep dengan kandungan kortikosteroid dan antibiotik akan membantu Anda meredakan peradangan dan infeksi lebih lanjut.[4]
Untuk menghindari kondisi iritasi yang lebih buruk, hindari menggaruk area yang terinfeksi meskipun kulit terasa sangat gatal. Menggaruk area kulit yang teriritasi racun tomcat bisa memperburuk kondisi iritasi kulit Anda bahkan menyebarkan iritasinya.
4. Mengoleskan Gel Lidah Buaya
Cara tradisional mengobati gigitan tomcat adalah dengan memanfaatkan gel lidah buaya. Tanaman yang terkenal dengan kemampuannya meredakan berbagai masalah kulit ini mengandung sifat anti-inflamasi alami, yang dapat membantu meredakan peradangan dan iritasi pada area yang terkena gigitan.[5]
Untuk mendapatkan khasiatnya, Anda bisa langsung menggunakan gel alami dari tanaman lidah buaya pada kulit yang bermasalah.
5. Menggunakan Sido Muncul Tolak Angin Care
Untuk mengatasi rasa gatal pada tahap awal infeksi racun tomcat sebelum gejalanya berkembang lebih parah, Sido Muncul Tolak Angin Care bisa menjadi solusi yang tepat.
Kandungan mentol yang ada di dalamnya bekerja sebagai agen pendingin herbal untuk kulit, yang secara efektif meredakan rasa gatal.[6] Dengan menggunakan produk ini, Anda dapat mengurangi keinginan untuk menggaruk, sehingga iritasi tidak semakin parah dan proses penyembuhan berjalan lebih lancar.
Gigitan tomcat memang bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang serius, tetapi dengan penanganan yang tepat, Anda bisa mengurangi gejala dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Untuk cara mengobati gigitan tomcat secara cepat dan efektif, pastikan Anda selalu siap sedia Sido Muncul Tolak Angin Care di rumah sebagai solusi pertolongan pertama. Tidak hanya untuk mengurangi gatal akibat serangga, minyak angin ini juga mengatasi perut kembung juga masuk angin. Jangan tunda lagi, segera dapatkan produknya dan berikan perlindungan terbaik bagi keluarga!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•29 AUG 2024
7 Penyebab Tiba-Tiba Gatal Seluruh Badan & Cara Mengatasinya
Tubuh memiliki cara sendiri untuk memberi sinyal saat ada sesuatu yang tidak beres, dan gatal tiba-tiba adalah salah satunya. Ketika tubuh mendadak terasa gatal, pasti ada alasan di baliknya. Penasaran apa saja penyebab tiba-tiba gatal seluruh badan dan bagaimana cara mengatasinya? Baca ulasan lengkapnya di sini!
Apa Penyebab Gatal Pada Seluruh Tubuh?
Secara umum, tubuh Anda bisa mengalami gatal tiba-tiba karena dua faktor utama, yakni faktor eksternal dan faktor internal. Berikut adalah beberapa contohnya:
1. Gigitan dan Kontak dengan Serangga
Sebab paling umum, terlebih ketika Anda tergolong cukup sehat adalah gigitan hingga kontak serangga.
Gigitan serangga yang menyebabkan iritasi karena adanya alergen mendorong tubuh memproduksi histamine, yakni zat kimia yang menimbulkan reaksi gatal di butuh.[1]
Di samping itu, jika Anda bersentuhan dengan serangga seperti ulat bulu, bulunya yang menusuk kulit juga dapat memicu peradangan yang menimbulkan rasa gatal di kulit.
2. Kondisi Kulit yang Kering
Badan gatal tapi tidak bentol? Kondisi kulit yang kering bisa menjadi salah satu penyebabnya.
Xerosis atau kulit kering mempunyai reaksi berupa kulit kering yang mengelupas disertai dengan rasa gatal dan terbakar. Kondisi ini paling sering terlihat pada orang lanjut usia, dengan 50% kasus ditemukan pada mereka yang berumur lebih dari 65 tahun.[2]
3. Gangguan Hati
Kerusakan hati menyebabkan peningkatan konsentrasi asam empedu di dalam darah.[3] Meskipun asam empedu berperan penting dalam pencernaan lemak, kelebihan jumlahnya dapat mengiritasi sistem saraf tepi.[4] Akibatnya, rasa gatal yang tidak nyaman bisa muncul dan mengganggu keseharian Anda.
4. Gangguan Ginjal
Apa penyebab tiba-tiba gatal seluruh badan sampai ke kepala? Penyebab rasa gatal di sekujur tubuh bahkan hingga ke kepala adalah gangguan ginjal yang sudah cukup parah.
Sensasi gatalnya bisa terjadi kapan saja dan berkisar dari yang ringan hingga yang tak tertahankan. Area yang terasa gatal meliputi wajah, lengan, dan punggung. Kondisi ini dipercaya muncul akibat penumpukan racun di tubuh yang tidak bisa teratasi karena kondisi ginjal yang sudah rusak.[5]
5. Kekurangan Zat Besi
Kekurangan zat besi bisa meningkatkan risiko pruritus, suatu kondisi di mana tubuh terasa gatal dan menimbulkan dorongan untuk menggaruk.[6] Apabila gatal yang Anda rasakan memang terkait dengan kondisi ini, bintik-bintik merah kecil keunguan mungkin akan tampak di bawah kulit Anda.
6. Cacar
Sebagai salah satu penyakit paling mudah menular, rasa gatal juga mungkin Anda rasakan karena tertular penyakit cacar air.[7] Hal ini mungkin tidak Anda sadari karena rasa gatal serta benjolan berisi air sendiri baru akan muncul setelah 10 hingga 21 hari penularan virus cacar air.[8]
7. Konsumsi Obat-Obatan
Penyebab tiba-tiba gatal seluruh badan dan bentol juga dapat dipicu oleh konsumsi obat-obatan. Beberapa contoh obat yang bisa memberikan efek samping rasa gatal adalah opioid (pereda nyeri), obat kemoterapi, dan klorokuin (obat malaria).
Selain ketiga obat yang disebutkan, konsumsi obat yang ternyata tidak cocok dengan tubuh Anda bisa memicu reaksi alergi dan menyebabkan rasa gatal.
Cara Menghilangkan Gatal di Badan Secara Alami
Jangan biarkan sensasi gatal menyiksa Anda terlalu lama, ini beberapa cara mengatasi badan tiba-tiba gatal secara alami:
1. Dinginkan Area Tubuh yang Gatal
Letakkan kain dingin atau es yang dibungkus selama 10-15 menit di area yang gatal untuk menimbulkan sensasi mati rasa serta mengurangi peradangan pada kulit, sehingga gatal tak lagi terasa.
2. Tempelkan Kain Basah di Kulit yang Gatal
Dengan membasahi kain menggunakan air hangat dan mengaplikasikannya pada kulit, Anda dapat mengurangi gatal akibat kulit kering, karena kulit akan kembali lembap.[9]
3. Mengoleskan Gel Lidah Buaya
Perannya sebagai agen anti peradangan membuat lidah buaya bisa menekan peradangan di kulit yang menyebabkan rasa gatal. Cukup aplikasikan gel lidah buaya pada kulit kering yang bersih, lalu biarkan hingga mengering.
4. Berendam dengan Oatmeal Giling
Oatmeal giling dapat mengikat kelembapan di kulit, sehingga kondisi gatal karena kulit kering akan semakin membaik. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa menambahkan oatmeal giling pada air mandi Anda.
5. Kompres Air Campuran Cuka Apel
Cuka, dengan sifat anti mikroba dan anti radangnya, bisa meredakan gatal-gatal di tubuh.[10] Cara menggunakannya, rendam kain dalam campuran cuka dan air dengan perbandingan 1:1, kemudian aplikasikan pada area kulit yang lembap selama 3 jam.[11]
6. Mandi Air Hangat
Mandi air dapat merangsang saraf di kulit dengan memberikan sensasi yang menenangkan seperti halnya menggaruk sehingga gatal terasa lebih reda.
7. Menggunakan Menthol
Mengaplikasikan menthol pada kulit bisa memberikan sensasi hangat dan mengurangi rasa gatal.
Salah satu pilihan praktis menikmati manfaat menthol adalah menggunakan Sido Muncul Tolak Angin Care. Produk ini bisa bantu Anda meredakan sensasi gatal sekaligus menghilangkan bentol yang mengganggu di kulit akibat sengatan serangga.
Jangan biarkan gigitan serangga, penyebab tiba-tiba gatal seluruh badan, buat hari Anda tidak nyaman. Gunakan Sido Muncul Tolak Angin Care dan nikmati hari tanpa gangguan!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•28 AUG 2024
10 Penyebab Badan Gatal-Gatal Bentol Tanpa Sebab & Solusinya
Pernahkah Anda tiba-tiba merasa gatal dan menemukan bentol di tubuh tanpa tahu penyebabnya? Kondisi ini tidak muncul begitu saja tanpa sebab. Faktanya ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan munculnya kondisi yang Anda kira sebagai badan gatal-gatal bentol tanpa sebab ini.
Faktor internal maupun eksternal bisa menjadi dalang di balik munculnya gatal dan bentol pada tubuh Anda. Pelajari lebih lanjut tentang penyebab dan cara mengatasinya di sini!
Apa Penyebab Badan Bentol dan Gatal Tiba-Tiba?
Ada banyak hal yang diam-diam dapat mendorong munculnya gatal dan bentol di tubuh Anda. Mulai dari hal-hal kecil yang tak terduga hingga faktor eksternal yang Anda abaikan, seperti:
1. Alergi Dingin
Kenapa badan gatal-gatal setiap malam? Jika sensasi kerap muncul mendadak saat malam, alergi dingin mungkin menjadi penyebab utamanya.
Orang dengan alergi ini tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan reaksi tubuh. Hanya dalam hitungan menit, area tubuh yang terpapar udara dingin akan mulai gatal dan bentol.[1]
2. Kudis
Selain alergi dingin badan gatal-gatal bentol tanpa sebab setiap malam juga bisa menjadi pertanda kudis.
Gangguan ini terjadi karena adanya infeksi tungau yang bertelur pada lapisan epidermis kulit. Kemudian, berkembang menjadi larva dan nimfa.[2] Pada dewasa, area yang paling sering terinfeksi adalah tangan, pergelangan, dan siku.
3. Gigitan Serangga
Gatal-gatal dan bentol yang muncul tiba-tiba bisa jadi adalah sapaan hangat dari para penghuni tak diundang di rumah Anda, seperti nyamuk, semut, atau bahkan kutu kasur. Tanpa Anda sadari kehadiran serangga-serangga bisa sangat merugikan termasuk menggigit kulit, sehingga menimbulkan reaksi gatal dan bentol.
4. Salah Makan
Mengonsumsi makanan yang seharusnya Anda hindari juga dapat pula menjadi penyebabnya. Alergi makanan sering kali muncul dengan gejala berupa bentol-bentol kecil di kulit serta rasa gatal di mulut, telinga, atau tenggorokan yang diikuti dengan kondisi kepala yang pusing.[3]
5. Kontak dengan Bulu Hewan
Bagi mereka yang alergi terhadap hewan, kontak kulit dengan bulu binatang yang menjadi sumber alergi juga bisa mendorong munculnya bentol-bentol disertai rasa gatal.
6. Alergi Matahari
Meski jarang terjadi, hanya sekitar 0,5% populasi yang mengalaminya, bukan hal yang tidak mungkin Anda mengalami alergi matahari ini.[4] Dalam kondisi ini, bentol hanya akan muncul di bagian kulit yang terjemur sinar matahari.
7. Anemia
Kondisi anemia atau defisiensi zat besi juga bisa menjadi penyebab tiba-tiba gatal seluruh badan. Bentol terkait kondisi ini umumnya muncul dengan visual bintik merah kecil keunguan di bawah kulit.[5]
8. Gangguan Ginjal
Kenapa badan gatal-gatal dan bentol? Jika Anda memiliki riwayat penyakit ginjal, kondisi kesehatan ini juga bisa menjadi pemicunya. Ketika ginjal tidak lagi efisien dalam membuang “limbah” yang ada di dalam tubuh, maka salah satu dampak yang muncul adalah ruam gatal yang tampak seperti kubah.[6]
9. Psoriasis
Gangguan akibat autoimun ini tidak hanya membuat kulit tampak bersisik, tetapi juga menimbulkan ruam yang gatal dengan benjolan kecil berwarna merah. Gatal dan bentol dari gangguan ini umumnya muncul di punggung bawah, siku, dan juga lutut.
10. Eksim
Gangguan kulit ini ditandai dengan iritasi, rasa gatal, kemerahan atau warna ungu pada kulit, yang kadang muncul disertai dengan benjolan. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari produk yang tidak cocok, alergi makanan, hingga stres. Biasanya, kondisi ini muncul di area belakang lutut atau siku.[7]
Cara Mengatasi Badan Gatal Tanpa Sebab
Solusi untuk menghilangkan rasa gatal dan bentol tergantung pada apa yang menjadi penyebabnya. Meski begitu, ada beberapa langkah umum yang dapat Anda lakukan, seperti:
Kompres Dingin
Kompres dingin memberikan efek mati rasa pada kulit, sehingga cara ini dapat membantu menekan sensasi gatal yang mengganggu.[8]
Mandi dengan Air Hangat
Mandi air hangat bisa membantu meredakan gatal karena air hangat merangsang saraf kulit seperti halnya menggaruk.[9] Namun, untuk gatal akibat eksim, metode ini sebaiknya dihindari karena berpotensi membuat kulit semakin kering.
Memakai Pelembap
Bagi penderita eksim, pelembap berfungsi memperbaiki kulit kering, sehingga mampu meredakan gatal dan mengurangi benjolan.
Mengoleskan Minyak Angin dengan Menthol
Sensasi menthol yang terasa sejuk dan menghangatkan kulit akan mendistraksi kulit dari rasa gatal.
Untuk menetralkan sensasi gatal akibat sengatan serangga, Anda bisa memanfaatkan Sido Muncul Tolak Angin Care. Dengan kandungan menthol, minyak peppermint dan minyak jahenya, produk ini tidak hanya memberikan aroma relaksasi yang menenangkan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dengan mengurangi gatal.
Kenakan Pakaian yang Lembut dan Longgar
Pakaian ketat berbahan sintetis, seperti poliester dan rayon membuat kulit bereaksi berlebihan terhadap rasa gatal.
Memakai Antihistamin
Antihistamin adalah kandungan obat yang meredakan gejala alergi, termasuk gatal-gatal akibat sengatan serangga.
Menggunakan Hidrokortison
Sejenis obat steroid yang bekerja menenangkan respon imun tubuh Anda untuk mengurangi rasa sakit, gatal, dan juga bengkak.
Oatmeal Giling
Sifat anti radangnya membantu meredakan gatal pada kulit yang meradang.
Dengan memahami berbagai penyebab dan cara mengatasi badan gatal-gatal bentol tanpa sebab, Anda bisa lebih cepat menangani kondisi ini. Selalu jaga kesehatan kulit Anda dan pilih produk yang tepat untuk meredakan gejala, seperti Sido Muncul Tolak Angin Care yang praktis dan mudah dibawa kemana saja.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•22 AUG 2024
Kenali 10 Obat Penurun Gula Darah Alami yang Aman & Efektif
Tahukah Anda jika ada banyak masalah yang mengintai saat kadar gula atau glukosa di dalam darah berlebihan? Masalah yang paling umum terjadi adalah diabetes tipe 1 dan 2, yang membunuh sekitar 1,5 juta orang per tahunnya.[1] Karena itu, Anda perlu tahu apa saja obat penurun gula darah alami.
Alasannya adalah karena tidak semua orang cocok mengonsumsi obat gula darah di apotik yang termasuk obat generik. Bahkan, jika Anda mengonsumsi obat generik sekalipun, bahan alami tetap bisa membantu menurunkan glukosa dengan lebih cepat. Selain itu, konsumsinya juga lebih aman dan minim efek samping.
Karena itu, berikut adalah cara cepat menurunkan gula darah secara alami yang efektif dan bisa Anda ikuti mulai dari hari ini!
1. Daun Kemangi
Jika Anda bertanya-tanya rebusan daun apa untuk menurunkan gula darah, daun kemangi layak untuk Anda coba. Bahkan, Anda pun bisa mengonsumsi daun kemangi secara langsung sebagai lalapan. Hal ini karena daun tersebut bisa memberi efek positif terhadap para penderita diabetes.
Daun kemangi memiliki sifat antihiperglikemik dan mampu untuk melindungi hati karena merangsang pelepasan insulin dari pankreas. Selain itu, daun ini juga bisa menghambat produksi glukosa di hati serta dapat meningkatkan sintesis glikogen.[2]
2. Aloe Vera
Opsi lainnya adalah aloe vera yang tidak kalah bermanfaat untuk menurunkan kadar glukosa di dalam darah. Di samping itu, muatan zat aktif aloe vera juga bisa membantu memperbaiki jaringan organ yang rusak, termasuk hati dan pankreas. Hal ini bisa menurunkan resistensi insulin.
3. Ginseng
Lalu, ada ginseng yang termasuk makanan penurun gula darah cepat. Alasannya adalah karena ginseng, khususnya zat ginsenosides, mampu untuk mengatur sekresi insulin. Hasilnya, pankreas akan terbantu untuk memodulasi berapa banyak insulin yang dikeluarkan, sehingga kadar glukosa lebih stabil.[3]
4. Rosemary
Kemudian, rosemary juga bisa menjadi pilihan alternatif lainnya. Sebab, di dalam rosemary terdapat muatan asam rosmarinat dan juga asam karbonat yang punya efek positif terhadap penurunan glukosa di dalam darah. Kedua senyawa asam ini juga bisa Anda temukan di dalam insulin.
5. Jinten Hitam
Apabila Anda bertanya-tanya obat tradisional apa yang bisa menurunkan gula darah, jinten hitam juga bisa dipertimbangkan. Hal ini karena ada muatan timokuinon yang bersifat antihiperglikemik. Karena itu, jika dikonsumsi secara rutin, glukosa darah bisa berkurang dan kadar insulin bisa meningkat.[4]
6. Kayu Manis
Meskipun bernama kayu manis, namun rempah ini ternyata cukup efektif untuk menurunkan kadar glukosa di dalam darah, khususnya untuk penderita diabetes tipe 2. Selain itu, kayu manis juga bisa membuat resistensi terhadap insulin berkurang.
7. Brokoli
Pilihan lainnya adalah brokoli, yang menjadi sayuran untuk menurunkan gula darah yang efektif. Alasannya adalah karena brokoli kaya akan serat. Hal ini membuat proses pencernaan dan juga metabolisme glukosanya berjalan dengan lebih lambat.
8. Bayam
Lalu, ada juga bayam yang punya dapat memberikan efek terhadap glukosa darah yang mirip dengan brokoli. Selain serat, bayam juga kaya akan vitamin C dan magnesium yang bisa mengurangi risiko terkena diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Kandungan gula di dalam bayam pun sangat sedikit.
9. Ceri
Bukan hanya bahan herbal, rempah, dan sayuran saja yang bisa Anda manfaatkan sebagai obat untuk mengatasi kelebihan glukosa darah. Hal ini karena beberapa jenis buah ternyata juga bisa memberikan efek yang serupa, termasuk ceri. Sebab, ceri termasuk buah yang kaya akan antioksidan.
Alasannya adalah karena muatan antioksidan di dalam ceri bisa mengatur metabolisme glukosa di dalam darah. Selain itu, antioksidan juga bisa meningkatkan sekresi insulin dan mengurangi resistensi insulin.[5] Dengan cara ini, kadar glukosa di dalam darah akan lebih terkontrol lagi.
10. Kulit Manggis
Bukan hanya ceri saja yang memiliki kaya akan muatan antioksidan, namun juga manggis. Bahkan, tidak hanya buahnya saja yang bisa Anda konsumsi, namun juga ekstrak kulitnya. Hanya saja, mengonsumsi kulit manggis memang agak sulit karena Anda perlu mengolahnya terlebih dahulu.
Untungnya, kini sudah ada Jamu Jamoe Life Style Kulit Manggis yang sudah siap untuk Anda konsumsi, sehingga Anda bisa lebih mudah dalam mengonsumsinya. Bahkan, selain bisa membuat kadar glukosa darah berkurang, ada banyak manfaat lain yang bisa Anda nikmati dari jamu ini.
Pada saat mengonsumsinya secara rutin, Anda bisa menyegarkan tubuh sekaligus menjaga daya tahannya. Karena kaya akan antioksidan, jamu ini juga bisa membuat kulit tubuh dan kulit wajah Anda terlihat lebih halus dan terawat.
Pastinya, jamu ini juga bisa Anda manfaatkan sebagai obat penurun gula darah alami karena mengandung ekstrak kulit manggis. Hanya saja, jangan lupa untuk selalu membaca aturan pakai sebelum Anda mulai mengonsumsi jamu ini. Tujuannya adalah agar konsumsinya lebih aman dan hasilnya lebih maksimal.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•21 AUG 2024
Kenali 15 Makanan Penurun Gula Darah, Lezat & Kaya Manfaat!
Pada saat Anda memiliki masalah kesehatan seperti gula darah tinggi, Anda wajib memperhatikan asupan makanan di kehidupan sehari-hari. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena masih ada banyak makanan penurun gula darah yang tetap terasa lezat dan kaya akan manfaat. Berikut adalah pilihannya!
1. Aloe Vera
Jika Anda bertanya-tanya makanan apa yang cepat menurunkan gula darah, aloe vera bisa jadi pilihannya. Kandungan bahan aktifnya mampu membuat kadar glukosa menurun. Di samping itu, aloe vera juga dapat meningkatkan reaktivitas jaringan di dalam tubuh terhadap insulin dan membuatnya lebih efektif.[1]
2. Ceri
Opsi makanan lainnya yang tidak kalah lezat dan bermanfaat terhadap penurunan kadar glukosa adalah ceri. Sebab, di dalamnya ada muatan senyawa antosianin yang kaya akan antioksidan. Senyawa aktif ini dapat membantu mengelola kadar glukosa di dalam darah sekaligus mengurangi resistensi insulin.
3. Blueberry
Jika Anda mencari buah untuk menurunkan gula darah, blueberry bisa dipertimbangkan. Terlebih, jika Anda ingin tetap mengonsumsi buah dengan rasa yang manis. Sebab, meskipun rasanya manis, namun blueberry punya muatan antioksidan dan serat yang menyeimbangkan kadar glukosa.
4. Apel
Ternyata, apel juga bisa menjadi pilihan tepat untuk menurunkan kadar glukosa. Alasannya adalah karena buah ini padat akan serat dan vitamin C yang bisa mencegah naiknya glukosa secara drastis. Rasanya juga segar dan manis, sehingga bisa Anda jadikan camilan sehat setiap hari.
5. Brokoli
Apabila Anda ingin tahu apa saja sayuran untuk menurunkan gula darah, brokoli bisa menjadi solusi. Sebuah studi mengatakan bahwa mengonsumsi brokoli dalam jangka panjang bisa membuat kadar glukosa pada penderita pra-diabetes kembali normal.
Di samping itu, brokoli juga efektif untuk mencegah perkembangan pra-diabetes menjadi diabetes tipe 2.[2]
6. Buncis
Opsi sayuran lainnya yang tidak kalah lezat adalah buncis. Hal ini karena buncis punya indeks glikemik yang rendah, jadi dampaknya terhadap kadar glukosa. Selain itu, serat di dalamnya juga bisa memperlambat penyerapan karbohidrat. Karena itu, Anda tetap bisa menikmati buncis di setiap hari.
7. Waluh
Ternyata, waluh juga bisa menjadi penurun gula darah alami yang efektif. Sebab, meskipun relatif mengenyangkan, namun sayuran ini punya muatan karbohidrat yang tidak terlalu besar, yaitu hanya sekitar 6,5 gram karbohidrat per 100 gram waluh.[3]
Hal ini membuat waluh cocok untuk Anda jadikan pengganti karbohidrat lainnya karena tidak memproduksi terlalu banyak glukosa. Sebab, perlu Anda catat jika karbohidrat adalah satu di antara sekian sumber glukosa yang paling utama.
8. Almond
Apabila Anda ingin tahu bagaimana cara menurunkan gula darah menjadi normal, Anda dapat mengonsumsi almond. Sebab, berdasarkan suatu penelitian, almond terbukti dapat menurunkan hemoglobin glikat dan membantu metabolisme glukosa agar lebih efektif.[4]
9. Kacang Mete
Selain almond, kacang mete juga dapat mengurangi glukosa di dalam darah. Bukan hanya itu saja, kacang ini juga bisa membantu kontrol glikemik agar lebih meningkat. Caranya yaitu dengan mengurangi kadar glukosa darah postprandial dan meningkatkan sensitivitas insulin di dalam tubuh.
10. Timun
Kemudian, ada timun yang bisa menjaga kadar glukosa tetap stabil. Ketika kadarnya terlalu tinggi, zat aktif yang ada pada timun akan membantu menurunkannya. Pun begitu jika kadarnya terlalu rendah, timun juga akan membantu untuk menaikkannya.
11. Jus Tomat
Jika Anda sedang mencari minuman penurun gula darah, jus tomat bisa Anda pertimbangkan. Di samping dapat membuat kadar glukosa lebih stabil, tomat juga memuat likopen, vitamin C, dan kalium. Senyawa tersebut punya kontribusi besar pada kesehatan jantung dan juga fungsi kekebalan tubuh.
12. Gandum Utuh
Apabila Anda mencari alternatif sumber karbohidrat yang ramah untuk penderita diabetes dan juga pra-diabetes, gandum utuh bisa jadi pilihan. Hal ini karena indeks glikemiknya rendah, sehingga tidak akan memengaruhi kadar glukosa lebih cepat dari makanan karbohidrat olahan.
13. Ikan
Lalu, Anda juga bisa lebih banyak mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani unggulan. Hal ini karena ikan bisa menahan dan memperlambat laju glukosa sebelum melepaskannya ke aliran darah. Jadi, kadarnya di dalam darah tetap ada di rentang normal.
14. Tahu
Jika Anda lebih suka protein nabati, tahu bisa menjadi pilihan alternatif. Sebab, di dalamnya terdapat asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kadar glukosa darah. Selain itu, tahu juga bisa membuat menurunkan resistensi insulin di dalam tubuh.
15. Kulit Manggis
Terakhir, Anda juga bisa menyantap kulit manggis karena kaya akan muatan antioksidan. Bahkan, jika Anda mengonsumsinya dengan dosis 600 mg/kgBW, kulit buah eksotis ini terbukti mampu menurunkan kadar glukosa darah.[5]
Untungnya, kini Anda bisa mengonsumsi kulit manggis dengan lebih mudah karena sudah ada Jamu Jamoe Life Style Kulit Manggis yang praktis untuk Anda konsumsi. Selain bisa membuat kadar glukosa turun, jamu ini juga menyegarkan dan menjaga daya tahan tubuh.
Jadi, wajar rasanya jika jamu ini termasuk ke dalam daftar makanan penurun gula darah yang efektif. Anda bisa mengonsumsinya sesuai dengan aturan pakai yang ada di kemasan agar kadar glukosa bisa turun dengan maksimal. Karena itu, ayo coba produknya sekarang juga!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•20 AUG 2024
Mengenal Gula Darah Tinggi & Dampak Negatifnya bagi Tubuh
Pada dasarnya, gula atau glukosa darah punya manfaat yang signifikan bagi tubuh, khususnya sebagai sumber energi. Namun, jika kadarnya terlalu banyak, keseimbangan tubuh pun akan terganggu. Anda akan mengenal kondisi ini dengan istilah hiperglikemia, yaitu kondisi ketika gula darah tinggi.
Kondisi ini bisa mendatangkan banyak masalah yang bisa saja membahayakan kesehatan Anda. Jika terus dibiarkan, Anda bisa mengalami kerusakan permanen di sistem saraf, khususnya tangan, kaki, dan mata. Selain itu, nyawa Anda juga bisa terancam, terutama jika Anda tengah mengalami ketoasidosis diabetik.[1]
Karena itu, pastikan Anda tahu apa penyebab gula darah tinggi. Di samping itu, ketahui juga apa saja gejala dan cara mengatasinya pada penjelasan di bawah!
Pemicu Gula Darah Tinggi
Jika Anda bertanya-tanya gula darah tinggi berapa, Anda perlu mulai waspada ketika angkanya melebihi 180 mg/dL setelah makan. Alasan mengapa kadarnya naik pun sangat beragam, namun yang paling sering terjadi adalah karena beberapa hal berikut!
1. Obesitas
Tahukah Anda jika obesitas punya hubungan yang sangat erat dengan naiknya kadar glukosa di dalam darah? Alasannya karena kondisi ini bisa memicu peningkatan hormon leptin. Sedangkan leptin memiliki peranan dalam resistensi insulin saat menyerap glukosa.[2] Hasilnya, kadar glukosa jadi tidak terkendali.
Inilah alasan mengapa orang yang kelebihan berat badan lebih rentan terkena diabetes, yaitu kondisi saat produksi insulin di dalam tubuh terganggu. Kondisi ini akan terasa semakin parah ketika organ hati mulai dipenuhi oleh lemak. Karena itu, hindari obesitas dengan mulai menerapkan pola hidup sehat.
2. Makanan & Minuman Manis
Berbicara tentang tren kuliner kekinian, sebenarnya ada banyak makanan dan minuman yang kurang baik untuk kesehatan. Ini termasuk makanan dan minuman manis yang mengandung terlalu banyak gula. Contohnya seperti martabak manis, milk tea boba, es kepal, dan lain sebagainya.
Makanan dan minuman tersebut perlu Anda kurangi karena telah melewati batas maksimal gula harian, yaitu 9 sdt untuk pria dan 6 sdt untuk wanita.[3] Jika lebih dari itu, Anda akan lebih rentan mengalami kondisi hiperglikemia.
3. Gangguan Hormon & Pankreas
Jika Anda mengalami gangguan pada hormon, kinerja insulin pun tidak akan efektif. Hal yang sama juga akan terjadi ketika Anda mengalami gangguan pankreas. Alasannya adalah karena insulin yang berfungsi sebagai pengangkut glukosa ke seluruh sel tubuh diproduksi di dalam pankreas Anda.
4. Masalah Mental
Stres dan masalah mental yang lain juga dapat memengaruhi produksi hormon insulin. Akibatnya, kinerja insulin untuk membawa glukosa ke sel-sel lain pun akan terhambat. Jika kondisinya seperti ini, glukosa di dalam darah Anda kadarnya akan terlalu banyak, mengingat tidak ada insulin yang menyerap mereka.
5. Jarang Olahraga
Jika Anda jarang olahraga, glukosa yang ada di dalam tubuh tidak akan terbakar menjadi energi. Jadi, ada banyak glukosa yang tersisa di dalam sana.
Gejala Gula Darah Tinggi
Pada dasarnya, efek gula darah tinggi bisa langsung Anda rasakan begitu gejalanya datang. Hal ini karena Anda akan merasakan beberapa ciri-ciri gula darah tinggi berikut!
Pusing
Mudah lelah
Terlalu banyak kencing
Sulit berkonsentrasi
Penyembuhan luka perlu waktu yang lama
Cara Atasi Gula Darah Tinggi
Setelah tahu pemicu dan gejalanya, Anda pun perlu memahami cara menurunkan gula darah tinggi, misalnya seperti:
1. Perhatikan Pola Makan
Penting untuk Anda ketahui jika pertolongan pertama gula darah tinggi adalah membatasi makanan dan minuman manis. Hindari ragam camilan yang mengandung terlalu banyak glukosa dan turunan-turunan gula lainnya. Kurangi juga makanan yang kaya akan karbohidrat, seperti nasi dan roti.
Alasannya adalah karena karbohidrat akan dipecah di dalam tubuh menjadi glukosa. Sebagai tips, Anda bisa menambah asupan serat karena mampu mengenyangkan namun di saat bersamaan tidak menambah glukosa secara signifikan.
2. Perhatikan Berat Badan
Jika Anda mengalami obesitas, ada baiknya jika Anda berusaha untuk menurunkan berat badan. Hal ini karena produksi hormon insulin yang seimbang akan sangat sulit untuk dilakukan jika di dalam tubuh Anda terdapat lipid yang terlalu banyak. Karena itu, pastikan Anda punya BMI ideal, yaitu antara 18,5-25.
3. Olahraga
Pada dasarnya, olahraga adalah kunci agar hidup lebih sehat. Karena itu, jangan lupa untuk meluangkan waktu minimal 30 menit per hari dan 3-5 hari per minggu untuk berolahraga. Pilihannya pun sangat banyak, namun Anda bisa fokus pada kardio untuk membakar energi dan lemak.
4. Suntik Insulin
Terakhir, Anda juga bisa mendapat suntikan insulin, terutama jika Anda mengalami gangguan hormon atau kerusakan pankreas. Hanya saja, penting Anda ketahui jika harganya sangat mahal.
Karena itu, usahakan agar kondisi gula darah tinggi tidak terjadi kepada dengan cara mencegahnya. Cara yang paling mudah adalah dengan menerapkan pola hidup sehat, yaitu menjaga pola makan dan olahraga. Lalu, pastikan untuk menjaga mental juga dengan cukup istirahat dan menghindari stres.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•19 AUG 2024
Mengenal Gula Darah Rendah dan Dampaknya bagi Tubuh
Sebagian besar orang mungkin sudah familiar dengan diabetes, yaitu kondisi ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Namun, masih belum banyak orang yang menyadari jika gula darah rendah juga tidak kalah buruk untuk kesehatan. Hal ini mengingat berbagai dampak negatif yang dihasilkan.
Dampak negatifnya pun beragam, mulai dari penglihatan kabur, kesulitan berkonsentrasi, bingung, bicara cadel, mati rasa, dan kantuk. Jika terlalu lama, otak bisa kelaparan glukosa, dan dapat menyebabkan kejang, koma, dan kematian.
Karena itu, Anda perlu tahu apa yang menyebabkan gula darah rendah, bagaimana gejala, serta cara untuk mengatasinya. Terlebih, jika Anda menyadari atau mengetahui jika kadar glukosa darah Anda ada di bawah batas minimal, yaitu di bawah 70 mg/dL ketika Anda sedang tidak makan.[1] Berikut penjelasannya!
Pemicu Gula Darah Rendah
Pada dasarnya, penyebab gula darah rendah itu sangat beragam. Namun, kebanyakan kasusnya terjadi karena beberapa pemicu berikut!
1. Kelaparan Jangka Panjang
Alasan pertama yang seringkali membuat kadar glukosa Anda menurun adalah karena kelaparan jangka panjang atau kronis. Sebab, ketika Anda terlambat makan atau tidak cukup makan, produksi gula atau glukosa di dalam tubuh pun secara otomatis akan berkurang.
Hal ini karena glukosa berasal dari makanan yang dicerna oleh tubuh. Hampir semua jenis nutrisi akan dipecah menjadi glukosa sebelum nantinya disalurkan ke seluruh sel di dalam tubuh sebagai sumber energi. Jadi, wajar jika energi Anda cepat habis ketika kadar glukosa tidak mencukupi.
2. Malnutrisi
Jika kelaparan kronis terus menerus berlanjut tanpa ada upaya perbaikan gizi, Anda bisa terkena malnutrisi. Efeknya pun akan semakin parah karena bisa menyebabkan kematian. Berdasarkan statistik, 1 dari 10 orang yang mengalami kelaparan kronis menderita malnutrisi, jadi kasusnya memang cukup jarang terjadi.[2]
3. Gangguan Kelenjar Adrenal
Pemicu lainnya adalah gangguan di kelenjar adrenal yang ada di bagian atas ginjal. Jika kelenjar ini tidak berfungsi secara maksimal, maka sekresi hormon pun akan terganggu. Hasilnya, Anda akan kekurangan hormon yang mengatur atau bahkan memproduksi glukosa di dalam tubuh.
4. Konsumsi Obat-Obatan
Jika Anda memiliki beberapa jenis penyakit serius, kadar glukosa di dalam darah juga rentan berkurang karena konsumsi obat-obatan. Perlu Anda catat jika anak-anak akan lebih rentan mengalaminya daripada orang dewasa. Beberapa penyakit tersebut adalah hepatitis, penyakit jantung, gangguan ginjal, dan lain-lain.
Ketika Anda tidak sengaja minum obat diabetes padahal kadar glukosa sedang stabil, ada kemungkinan jika kadarnya akan berkurang secara drastis. Karena itu, Anda perlu lebih berhati-hati ketika mengonsumsi obat.
Gejala Gula Darah Rendah
Setelah tahu apa saja penyebabnya, Anda pun wajib tahu ciri-ciri gula darah rendah. Secara garis besar, gejala gula darah rendah relatif mudah untuk Anda kenali, yaitu seperti pada daftar berikut!
Tidak bertenaga
Lapar hingga terasa perih di perut
Mual
Sakit kepala
Pucat
Goyah
Detak jantung mulai tidak teratur
Mudah tersinggung
Cemas
Sulit fokus
Tidak bisa berbicara dengan baik
Cara Atasi Gula Darah Rendah
Sebenarnya, cara mengatasi gula darah rendah itu relatif mudah untuk Anda lakukan, yaitu:
1. Pastikan Makan Tepat Waktu & Nutrisi Tercukupi
Pertama, Anda perlu memastikan jika Anda selalu makan tepat waktu. Apabila memungkinkan, Anda bisa membuat jadwal makan agar lebih disiplin saat makan. Hindari untuk menunggu waktu makan hingga Anda merasa benar-benar lapar. Namun, usahakan untuk makan di waktu yang sama di setiap harinya.
Selain waktunya, Anda juga perlu memperhatikan apa saja asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pastikan jika makanannya padat nutrisi dan menyehatkan. Ada banyak pilihan makanan untuk gula darah rendah, khususnya makanan yang punya kandungan gula alami.[3] Contohnya seperti:
Madu
Selai
Jus buah dengan tambahan gula
Roti gandum
Nasi putih
Daging merah
2. Jangan Lupakan Camilan
Jika glukosa tiba-tiba menurun secara drastis, Anda bisa langsung mengonsumsi camilan, khususnya camilan manis. Sekali-kali, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi jeli, permen, coklat, dan camilan lain yang sejenisnya. Anda juga bisa minum minuman manis sesekali jika hal ini terjadi.
3. Beri Suntikan Glukagon
Jika kondisinya sudah sangat parah sehingga tubuh Anda tidak merespon ketika mengonsumsi makanan dan camilan, Anda bisa memberikan suntikan glukagon. Glukagon sendiri adalah hormon kebalikan dari insulin, sehingga bisa membuat kadar gula di dalam darah berkurang.
Jika tubuh Anda masih tidak bisa merespon suntikan glukagon, itu artinya Anda perlu segera pergi ke rumah sakit atau klinik terdekat. Hal ini agar Anda bisa mendapatkan pertolongan langsung dari dokter dan menerima perawatan yang lebih jauh dan lebih intens.
Jadi, bagaimana? Apakah Anda sudah tahu lebih dalam tentang apa itu gula darah rendah, baik itu pemicunya, gejalanya, hingga cara mengatasinya? Jika sudah, pastikan Anda selalu menjaga kadarnya agar tetap stabil di rentang normal, yaitu 80-180 mg/dL. Misalnya adalah dengan menerapkan pola makan sehat.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•18 AUG 2024
Gula Darah Tinggi? Kenali 15 Cara untuk Menurunkannya!
Pastinya, ada banyak orang yang ingin tahu tentang bagaimana cara menurunkan gula darah. Alasannya, karena jika kadarnya terlalu tinggi, ada banyak masalah kesehatan yang akan mengintai, khususnya diabetes tipe 1 dan 2. Keduanya, bisa merusak pembuluh darah dan jantung, mata, ginjal, serta saraf.[1]
Lalu, apa yang harus dilakukan agar gula darah turun? Kenali cara menurunkannya pada penjelasan di bawah ini!
1. Hindari Gorengan
Pada dasarnya, kadar glukosa punya hubungan yang sangat erat dengan pola makan. Karena itu, jika Anda ingin tahu cara menurunkan gula darah secara alami dan cepat adalah dengan menghindari gorengan dan makanan berminyak lainnya. Jadi, sebagai solusi, panggang atau kukus makanan Anda.
2. Batasi Makanan & Minuman Manis
Kemudian, jangan lupa juga untuk membatasi makanan dan minuman manis, terutama yang mengandung banyak gula. Sebagai informasi, Anda hanya bisa menyantap kurang dari 10% asupan kalori per hari. Ini akan setara dengan 6 sdt (25 gram) jika asupan kalori harian Anda adalah 2.000 kkal.[2]
3. Tinggalkan Alkohol
Ternyata, alkohol juga memiliki efek yang signifikan terhadap diabetes. Terlebih jika Anda mengonsumsinya ketika belum makan. Bahkan, hal ini bisa menimbulkan kematian.[3] Maka dari itu, Anda perlu meninggalkan alkohol dan berpindah ke minuman yang lebih sehat, misalnya seperti air mineral.
4. Jika Ingin Minuman Lain, Pilih Jus Buah Tanpa Gula
Meskipun punya kadar glukosa yang tinggi, namun tidak jarang Anda ingin meminum minuman lain selain air mineral. Jika kasusnya seperti ini, Anda bisa mengonsumsi jus untuk menurunkan gula darah. Pilihannya pun beragam, mulai dari jus alpukat, apel, blueberry, stroberi, kiwi, buah persik, dan lain-lain.
Sebagai catatan, pastikan Anda tidak menambahkan gula ke dalam jus buah apapun.
5. Perbanyak Serat
Masih berkaitan dengan konsumsi buah-buahan, Anda memang perlu lebih banyak menyantap sumber serat. Selain bisa mengontrol kadar glukosa, serat juga bisa menjaga berat badan lebih ideal.
6. Jaga Berat Badan
Ada alasan mengapa Anda perlu menjaga berat badan ideal, yaitu karena orang yang obesitas lebih rentan terkena diabetes. Karena itu, pastikan berat badan Anda tetap ada di kisaran BMI normal, yaitu di antara 18,5 - 25.
7. Pastikan Tubuh Tetap Aktif
Lalu, pastikan tubuh agar tetap aktif. Cara yang paling mudah adalah dengan rutin berolahraga. Alasannya adalah karena ketika berolahraga Anda akan membakar gula darah menjadi energi. Karena itu, pastikan Anda berolahraga minimal 30 menit per hari dan 3-5 hari per minggu.
8. Cukup Beristirahat
Jika Anda bertanya-tanya bagaimana cara menurunkan gula darah 200, Anda bisa mulai beristirahat. Hal ini mengingat jika terbangun di malam hari secara repetitif bisa membuat sensitivitas insulin berkurang. Pun begitu dengan ketika Anda 25% hingga 30% kurang tidur selama 4-5 hari.[4]
9. Kurangi Porsi Makan & Tambah Intensitas
Lalu, Anda juga perlu mengurangi porsi makan agar asupan glukosa baru yang masuk ke dalam darah tidak terlalu banyak. Dengan begitu, beban insulin tidak akan terlalu berat. Untuk menyiasatinya, Anda bisa menambah intensitas makan, dari yang biasanya hanya 2-3 kali sehari menjadi 4-5 kali sehari.
10. Tambah Konsumsi Sayuran
Selanjutnya, Anda juga bisa terus menambah konsumsi sayuran. Ada banyak sayuran untuk menurunkan gula darah, misalnya seperti brokoli, kol, bayam, dan sayuran hijau yang lainnya.
11. Konsumsi Aloe Vera
Apabila Anda ingin tahu apa saja makanan yang menurunkan gula darah, aloe vera sangat worth it untuk dicoba. Selain itu, muatan di dalam aloe vera juga bisa membuat insulin lebih responsif.
12. Jangan Lupakan Protein
Pastinya, Anda juga tidak boleh melupakan protein. Ada banyak pilihan protein yang bisa Anda coba, mulai dari daging sapi, daging ayam, telur, hingga ikan. Lalu, ada juga protein nabati seperti tempe dan tahu yang tidak kalah bagus untuk menurunkan kadar glukosa.
13. Jaga Kesehatan Mental
Pada dasarnya, bukan hanya pola hidup sehat saja yang perlu Anda terapkan, namun Anda juga wajib menjaga kesehatan mental. Karena itu, jangan lupa untuk mengelola stres dan gangguan mental yang lain agar kadar glukosa tetap stabil.
14. Cek Kadar Glukosa secara Rutin
Kemudian, Anda juga perlu secara rutin mengecek kadar glukosa di dalam darah. Pastikan jika kadarnya selalu ada di kisaran normal, yaitu di rentang 80-180 mg/dL.
15. Konsumsi Kulit Manggis
Terakhir, Anda juga bisa mulai mengonsumsi kulit manggis. Hal ini karena kulit buah eksotis ini punya kandungan antioksidan yang tinggi. Hasilnya, kadar glukosa pun akan lebih stabil.
Menariknya, kini sudah ada Jamu Jamoe Life Style Kulit Manggis yang bisa Anda konsumsi dengan mudah. Jamu ini terbuat dari ekstrak kulit manggis yang selain bisa membuat kadar glukosa menurun juga bisa menghaluskan kulit dan menjaga daya tahan tubuh. Kemasannya pun praktis dan sudah siap minum.
Pastinya, Jamu Jamoe Life Style Kulit Manggis tidak hanya menjadi cara menurunkan gula darah yang efektif, namun juga cara yang enak. Tertarik mencoba jamunya dan merasakan khasiatnya? Anda bisa mendapatkan jamu ini di Sido Muncul Store atau marketplace pilihan lainnya sekarang juga!
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya
Kesehatan•17 AUG 2024
Kenali Kadar Gula Darah Normal & Tips untuk Menjaganya
Tahukah Anda jika di dalam darah terdapat kandungan glukosa? Anda juga akan mengenalnya dengan nama gula. Fungsinya adalah sebagai bahan bakar energi yang paling utama. Karena itu, Anda perlu menjaga kadar gula darah normal agar metabolisme tubuh bisa berjalan dengan lebih maksimal.
Ketika makanan masuk ke dalam tubuh, kebanyakan akan dipecah menjadi glukosa dan dialirkan ke seluruh sel-sel tubuh melalui darah. Pada saat muatan glukosa naik, pankreas akan melepaskan insulin yang bertugas untuk mengantarkan dan menggunakan glukosa di dalam sel sebagai energi.[1]
Jika kadarnya terlalu rendah, Anda akan merasa lemas, sulit fokus dan berkonsentrasi, tidak bisa berpikir jernih, dan sulit berbicara. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, kondisi ini mengakibatkan kerusakan yang permanen di saraf tangan, kaki, dan mata. Jadi, kenali berapa kadar gula darah normal!
Kadar Gula Darah Normal Anak-Anak
Penting untuk Anda catat jika kadar gula darah normal menurut usia akan berbeda. Jadi, Anda tidak bisa menyamakan kadar glukosa milik Anda dengan milik buah hati Anda. Pada si buah hati, Anda juga akan membedakannya berdasarkan usia, yaitu untuk anak di bawah 5 tahun dan usia 6-12 tahun.
Apabila anak Anda masih berusia di bawah 5 tahun, mereka akan membutuhkan glukosa sebanyak 71-180 mg/dL ketika mereka sedang bangun. Sedangkan untuk anak di atas 5 tahun, rentangnya ada di angka 71-150 mg/dL. Namun, ketika mereka tidur, kadarnya harus ada di rentang 101-200 mg/dL.[2]
Anda bisa mengecek kadarnya 5 kali sehari, yaitu setelah sarapan, makan siang, makan malam, sebelum tidur, dan di jam 2 pagi untuk hasil yang lebih maksimal. Dengan begitu, Anda bisa tahu jika mereka punya glukosa yang terlalu tinggi atau rendah, mengingat pada anak-anak gejalanya jarang terlihat.
Kadar Gula Darah Normal Orang Dewasa
Selain untuk anak, Anda juga wajib tahu tingkatan maksimal dan minimalnya untuk orang dewasa. Hal ini mengingat jika gula darah normal usia 20 tahun ke atas itu tidak akan jauh berbeda. Kenali tingkatannya pada penjelasan di bawah!
1. Kadar Gula Darah Normal Wanita
Secara garis besar, kadar normal gula darah wanita bisa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu sebelum dan setelah makan. Sebelum makan, biasanya Anda akan memiliki kadar glukosa 80-130 mg/dL. Lalu, setelah makan biasanya kadar glukosa akan mulai bertambah dan normalnya maksimal 180 mg/dL.[3]
2. Kadar Gula Darah Normal Pria
Secara garis besar, kadar normal gula darah pria tidak akan jauh berbeda dengan wanita. Normalnya, jumlah glukosa di dalam darah sebelum makan adalah 80-130 mg/dL. Pun begitu sesudah makan, maksimal Anda hanya boleh memiliki kadar glukosa 180 mg/dL di dalam darah Anda.
Batas maksimal dan minimal di atas berlaku untuk setiap orang di atas usia 12 tahun. Jadi, jika Anda ingin tahu kadar gula darah normal usia 70 tahun, kadarnya tetap sama. Hanya saja, sesuaikan kadar glukosa dengan aktivitas Anda sehari-hari.
Jika Anda tidak terlalu banyak melakukan aktivitas, usahakan kadar glukosanya dekat dengan batas minimal. Namun, jika Anda punya aktivitas yang padat, usahakan agar kadar glukosanya lebih dekat dengan batas maksimal.
Tips Menjaga Kadar Glukosa Tetap Normal
Pastinya, Anda pun perlu mengetahui apa saja yang diperlukan agar kadar glukosa tetap normal dan stabil. Karena itu, berikut adalah beberapa tipsnya!
1. Jaga Berat Badan
Perlu Anda ketahui jika orang yang obesitas lebih rentan terkena diabetes. Diabetes sendiri adalah kondisi ketika kadar glukosa di dalam darah berlebihan. Hal ini karena organ hati, yang biasanya digunakan sebagai tempat untuk menyimpan kelebihan glukosa dipenuhi oleh lemak.[4]
2. Pastikan Asupan Nutrisi Harian Terpenuhi
Selain kelebihan glukosa, kekurangan glukosa pun sama buruknya. Karena itu, Anda perlu memastikan jika asupan nutrisi harian terpenuhi agar kebutuhan tubuh akan glukosa juga mencukupi.
Sebagai tips, pilihlah makanan yang kaya akan karbohidrat, protein, dan lemak tak jenuh jika kadar glukosa Anda rendah. Namun, jika kadarnya tinggi, pilih makanan yang kaya akan serat. Hal ini karena serat adalah makanan yang cukup membuat Anda kenyang namun dengan kandungan kalori minimal.
3. Rutin Berolahraga
Pada dasarnya, metabolisme tubuh tidak akan berjalan dengan maksimal jika Anda tidak pernah berolahraga. Karena itu, rutin olahraga sangat penting untuk menjaga tubuh Anda agar tetap sehat. Selain itu, olahraga juga bisa menjaga kadar glukosa di dalam darah agar lebih stabil.
Alasannya adalah karena Anda membakar banyak energi dalam bentuk glukosa ketika bergerak aktif saat olahraga. Jadi, pastikan Anda melakukannya setidaknya selama 30 menit per hari dan 3-5 kali dalam satu minggu.
Itulah kadar gula darah normal yang perlu Anda tahu, baik untuk anak maupun untuk dewasa. Jadi, apakah Anda sudah siap untuk memulai pola hidup sehat agar kadar glukosa tetap ada di rentang normal? Jika iya, pastikan Anda menjaga berat badan tetap agar tetap ideal, mencukupi nutrisi harian, dan berolahraga.
Belanja Sehat dan Hemat di Sido Muncul Store!
Dapatkan poin reward pada setiap pembelian, kumpulkan point dan tukarkan dengan potongan harga! Semakin banyak poin, semakin hemat belanja! Yuk, kunjungi Sido Muncul Store sekarang!
Baca SelengkapnyaBaca Selengkapnya